EKSTRAK ARTIKEL NU ONLINE Sumber: https://www.nu.or.id/ Tahun: Semua tahun Kategori tematik: Semua kategori Author: Semua author Jumlah data: 10 No. Waktu unggah Judul Author Editor Kontributor View Kategori situs Kategori tematik Ringkasan Tags Gambar utama Isi lengkap URL 1 2026-10-24 13:30:13 Pelantikan PBNU, Rais Aam: Singkirkan Kepentingan Pribadi dan Rangkul Masyarakat Muhammad Syakir NF Muhammad Syakir NF Achmad Risky Arwani Maulidi Nasional Berita & Umum Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar ajak pengurus 2026-2031 singkirkan kepentingan pribadi dan hadapi tantangan media digital lewat dakwah merangkul. Rais Aam PBNU, Kepentingan Pribadi, Pelantikan Pengurus https://storage.nu.or.id/storage/post/4_3/thumb/1002592231_1792822018.webp NU Online · Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:30 WIB Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar saat memberikan amanat kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Masa Khidmah 2026-2031 di Pondok Pesantren Al-Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (24/10/2026). (Foto: NU Online/Suwitno). Achmad Risky Arwani Maulidi Jakarta, NU Online Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar menekankan pentingnya nilai-nilai yang terkandung dalam Qanun Asasi seperti welas asih, persatuan dan kasih sayang untuk menjalankan amanah mengelola jamiyah. Dengan nilai-nilai tersebut, Kiai Miftach mengajak segenap pengurus untuk menyingkirkan kepentingan personal. PBNU Masa Khidmah 2026-2031 Resmi Dilantik di Pesantren Al-Hamid Jakarta "Singkirkan kepentingan-kepentingan pribadi. Apalagi ini mengawali abad kedua kepengurusan Nahdlatul Ulama," tuturnya usai membaiat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Masa Khidmah 2026-2031 di Pondok Pesantren Al-Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (24/10/2026). Kiai Miftach mengatakan, pada abad kedua ini NU menghadapi tantangan serius berupa perkembangan media digital. Menurutnya, media digital kerap menjebak seseorang bersuara tanpa dilandasi oleh ilmu dan data. Susunan Lengkap Kepengurusan PBNU Masa Khidmah 2026-2031 "Orang sudah sulit membedakan mana yang benar dan yang salah. Orang banyak terjungkir karena perbedaannya sangat tipis," ujarnya. Mengenal Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar Menghadapi tantangan itu, Kiai Miftach menegaskan bahwa peran PBNU dan pengurus NU di setiap level adalah memberikan angin segar kepada mereka. Pada dasarnya celoteh atau, cibiran, penghasutan sebagian orang itu, lanjutnya, pada dasarnya belum mampu membedakan antara yang benar dan keliru. Ia meminta agar pengurus tidak berlarut-larut menghadapi sikap masyarakat seperti demikian. Namun, ia menganjurkan untuk menghadapinya dengan berbagai program-program keorganisasian. "Mari, kita cari cara bagaimana mereka bisa kembali ke jalan yang benar agar para muassis ini senang dengan kita," ajak Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Surabaya itu. Ia pun kembali menegaskan bahwa umat NU tidak hanya berasal dari kalangan, kultur atau latar belakang tertentu. Akan tetapi, kaum Nahdliyin merupakan kumpulan orang yang berbeda secara ekonomi, politik hingga latar belakang keilmuan. Keragaman tersebut, kata Kiai Miftach, menjadi kewajiban yang harus selalu diupayakan pengurus untuk mendorong wujudnya umat yang selaras dengan cita-cita muassis NU yang bersambung kepada Nabi Muhammad. "Bagaimana mereka bisa menjadi lebih baik itu kewajiban kita. Bagaimana cara kita berdakwah, merangkul tidak memukul karena itu contoh dari Rasulullah Saw," terangnya. Untuk diketahui, susunan lengkap pengurus PBNU masa khidmah 2026–2031 tercantum dalam SK PBNU Nomor 2/PB.01/A.II.01.01/99/09/2026. Struktur tersebut terdiri atas Mustasyar, Pengurus Harian Syuriyah, A'wan, serta Pengurus Harian Tanfidziyah. Adapun tamu undangan yang hadir antara lain Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hamid, KH Luqman Hakim Hamid, Walikota Jakarta Timur, Munjirin dan Jajaran Forkopimda, Ketua DPRD DKI Jakarta Suhur Alynudin dan Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Sutikno. PBNU Rilis Twibbon Hari Santri 2026, Unduh Linknya di Sini Rais Aam PBNU Sempatkan Ngaji Al-Hikam Sebelum Berangkat Rapat Koordinasi ke Jakarta Khutbah Jumat: 6 Teladan Nabi Yahya bagi Generasi Muda Khutbah Jumat: Krisis Integritas, Ketika Dosa Dianggap Biasa Khutbah Jumat: Menjaga Makanan Halal, Menjaga Keberkahan Hidup Khutbah Jumat: Absennya Tokoh Agama dari Isu Karhutla Ini Harapan Muslimat dan Fatayat NU Pada Pengurus PBNU Periode 2026–2031 Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:00 WIB Hari Santri 2026, PCNU Gowa Salurkan Bantuan untuk Pesantren dan Mujahadah untuk Palestina Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30 WIB PBNU Akselerasikan Pemberdayaan Umat dan Tata Kelola Aset Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:00 WIB Lantunan Mahallul Qiyam Antarkan Pelantikan PBNU Masa Khidmah 2026-2031 Sabtu, 24 Oktober 2026 | 10:45 WIB Nahdliyin Harap Kepemimpinan PBNU 2026-2031 Perkuat Pendidikan dan Ekonomi Sabtu, 24 Oktober 2026 | 10:30 WIB https://www.nu.or.id/nasional/pelantikan-pbnu-rais-aam-singkirkan-kepentingan-pribadi-dan-rangkul-masyarakat-69zOb 2 2026-10-24 13:00:21 Ini Harapan Muslimat dan Fatayat NU Pada Pengurus PBNU Periode 2026–2031 Muhammad Syakir NF Muhammad Syakir NF Suci Amaliyah Nasional Berita & Umum Pengurus Muslimat dan Fatayat NU berharap PBNU 2026–2031 memperkuat kaderisasi, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi hingga tingkat ranting. Muslimat, Fatayat, PBNU 2026-2031 https://storage.nu.or.id/storage/post/4_3/thumb/1002591545_1792814455.webp NU Online · Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:00 WIB Pengurus Muslimat NU Jakarta Timur pada pelantikan PBNU 2026-2031 di Pesantren Al-Hamid, Jakarta, Sabtu (24/10/2026). (Foto: NU Online/Suci) Jakarta, NU Online Pengurus Muslimat dan Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) berharap kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031 dapat memperkuat pembinaan kader hingga tingkat ranting utamanya kepada banom-banom. Wajah Baru Kepengurusan PBNU 2026-2031: Masuk Dua Tokoh Disabilitas di Kepengurusan Mereka juga berharap program pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan kaderisasi dapat diakses lebih luas oleh pengurus di tingkat bawah. Harapan tersebut disampaikan Ria dari Pengurus Pimpinan Cabang Muslimat NU Jakarta Timur dan Endang Setyaningsih, Sekretaris Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Cipayung, pada pengukuhan pengurus PBNU. Pengurus PBNU 2026-2031 Penuhi Aula Pesantren Al-Hamid, Siap Dilantik Ria berharap pengurus PBNU yang baru dapat mengayomi umat sekaligus menjadi teladan dalam menjalankan nilai-nilai Islam, termasuk dalam hal kedisiplinan waktu. Nahdliyin Harap Kepemimpinan PBNU 2026-2031 Perkuat Pendidikan dan Ekonomi “Saya berharap semoga kepengurusan yang baru ini dapat mengayomi umat, dapat menjadi contoh bagi kita umat Islam,” kata Ria ditemui NU Online, Sabtu (24/10/2026) di Ponpes Al Hamid Cilangkap. Ria juga meminta PBNU memberikan perhatian terhadap badan otonom (banom), khususnya Muslimat NU di tingkat daerah. Ia menyebut pengurus di tingkat bawah masih menjalankan berbagai kegiatan secara mandiri, bahkan turut memberikan kontribusi keuangan kepada pengurus cabang. Menurutnya, program dan dukungan yang tersedia perlu dirasakan hingga tingkat pimpinan cabang dan anak cabang, bukan hanya oleh pengurus di tingkat pusat. “Jadi kita ya maju bersama,” katanya. Senada dengan Ria, Endang Setyaningsih mengusulkan penguatan program pendidikan, publikasi kegiatan melalui media digital, serta penyelenggaraan kegiatan nasional dan sosial yang melibatkan kader di berbagai tingkatan. Ia juga berharap PBNU membantu meningkatkan kapasitas intelektual dan ekonomi kader Fatayat NU agar mereka memiliki kesempatan berkembang dan berkontribusi lebih luas di masyarakat. “Kami berharap dari Fatayat NU Cipayung dapat diberikan ilmu, edukasi sampai ke ranting-ranting,” ujar Endang. Endang menilai dukungan tersebut penting agar kader yang memiliki keinginan belajar dan mengembangkan diri tidak terhambat oleh persoalan biaya administrasi. "Pendampingan, pemerataan akses pendidikan, pemberdayaan ekonomi menjadi PR terhadap kepengurusan PBNU periode 2026–2031," jelasnya. PBNU Rilis Twibbon Hari Santri 2026, Unduh Linknya di Sini Rais Aam PBNU Sempatkan Ngaji Al-Hikam Sebelum Berangkat Rapat Koordinasi ke Jakarta Khutbah Jumat: 6 Teladan Nabi Yahya bagi Generasi Muda Khutbah Jumat: Krisis Integritas, Ketika Dosa Dianggap Biasa Khutbah Jumat: Menjaga Makanan Halal, Menjaga Keberkahan Hidup Khutbah Jumat: Absennya Tokoh Agama dari Isu Karhutla Ini Harapan Muslimat dan Fatayat NU Pada Pengurus PBNU Periode 2026–2031 Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:00 WIB Hari Santri 2026, PCNU Gowa Salurkan Bantuan untuk Pesantren dan Mujahadah untuk Palestina Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30 WIB PBNU Akselerasikan Pemberdayaan Umat dan Tata Kelola Aset Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:00 WIB Lantunan Mahallul Qiyam Antarkan Pelantikan PBNU Masa Khidmah 2026-2031 Sabtu, 24 Oktober 2026 | 10:45 WIB Sabtu, 24 Oktober 2026 | 10:30 WIB https://www.nu.or.id/nasional/ini-harapan-muslimat-dan-fatayat-nu-pada-pengurus-pbnu-periode-2026-2031-tXJrc 3 2026-10-24 12:30:30 Hari Santri 2026, PCNU Gowa Salurkan Bantuan untuk Pesantren dan Mujahadah untuk Palestina Muhammad Syakir NF Muhammad Syakir NF Sahyul Pahmi Daerah Berita & Umum PCNU Gowa memperingati Hari Santri 2026 dengan ziarah ke makam muassis NU, mujahadah untuk Palestina, serta menyalurkan bantuan Rp50 juta. Hari Santri, Pesantren, Palestina https://storage.nu.or.id/storage/post/4_3/thumb/1002591929_1792817866.webp NU Online · Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30 WIB Peringatan Hari Santri 2026 oleh PCNU Gowa yang dirangkaikan dengan ziarah makam muassis NU, mujahadah kemanusiaan untuk Palestina, dan penyaluran bantuan Rp50 juta kepada pesantren dan panti asuhan di Kabupaten Gowa, Kamis (22/10/2026). (Dok. PCNU Gowa) Peringatan Hari Santri 2026 menjadi momentum bagi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Gowa untuk meneguhkan peran santri dalam merawat tradisi keulamaan sekaligus memperluas kepedulian sosial. Selain berziarah ke makam para pendiri NU di Gowa, PCNU juga menggelar mujahadah kemanusiaan untuk Palestina dan menyalurkan bantuan senilai Rp50 juta kepada pesantren dan panti asuhan. Hari Santri 2026, PBNU Instruksikan Apel Serentak, Layanan Sosial, Ziarah Ulama, hingga Mujahadah Palestina Ketua Tanfidziyah PCNU Gowa H Abd Jabbar Hijaz mengajak santri dan warga Nahdlatul Ulama menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan serta meneruskan perjuangan para ulama dalam membangun bangsa. Pesan tersebut disampaikan saat ia bertindak sebagai pembina apel Hari Santri di Pelataran Museum Balla Lompoa, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Kamis (22/10/2026). “Santri dan warga Nahdlatul Ulama harus terus menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Semangat perjuangan para ulama perlu diteruskan melalui pengabdian dan kontribusi nyata dalam membangun bangsa,” ungkap Abd. Jabbar Hijaz. Puncak Hari Santri 2026, PBNU Tegaskan Solidaritas untuk Palestina Peringatan Hari Santri tahun ini mengusung tema “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri”. Tema tersebut menegaskan pentingnya merawat warisan keilmuan ulama sekaligus menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ekspedisi Islam Nusantara Ziarahi Sultan-sultan Gowa Tallo Doa Hari Santri yang dipimpin Rais Syuriyah PCNU Gowa, Prof Abustani Ilyas, turut menjadi bagian dari ikhtiar spiritual dalam memohon keberkahan bagi bangsa dan keberlanjutan perjuangan para ulama. Merawat ingatan terhadap muassis NU Komitmen menjaga tradisi keulamaan diwujudkan melalui ziarah ke makam para pendiri NU di Kabupaten Gowa, yakni Puang Makka Dg Mattayang dan H Muh Hijazi Dg Nyonri. Ziarah tersebut menjadi sarana mengenang jasa para pendahulu yang berperan dalam perjalanan Nahdlatul Ulama di Gowa. Penghormatan terhadap para muassis diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut melalui penerusan nilai perjuangan, keilmuan, dan pengabdian mereka kepada masyarakat. Doa Palestina dan bantuan pesantren Kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan diwujudkan melalui mujahadah untuk Palestina yang diisi dengan tahlil dan doa bersama. Agenda ini menjadi bagian dari upaya menumbuhkan solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak konflik. Selain itu, PCNU Gowa menyalurkan bantuan senilai Rp50 juta kepada pesantren dan panti asuhan di Kabupaten Gowa. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung lembaga pendidikan keagamaan dan sosial yang menjalankan pelayanan kepada masyarakat. Penyaluran bantuan ini menegaskan pentingnya menerjemahkan nilai keagamaan menjadi kepedulian nyata. Semangat kesantrian tidak hanya diwujudkan melalui penguatan ibadah dan tradisi, tetapi juga melalui perhatian terhadap kebutuhan sesama. Melalui peringatan Hari Santri 2026, PCNU Gowa menghubungkan tiga dimensi pengabdian: merawat warisan ulama, menjaga persatuan bangsa, dan memperkuat solidaritas kemanusiaan. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus hidup dalam praktik keagamaan dan sosial warga Nahdlatul Ulama. PBNU Rilis Twibbon Hari Santri 2026, Unduh Linknya di Sini Rais Aam PBNU Sempatkan Ngaji Al-Hikam Sebelum Berangkat Rapat Koordinasi ke Jakarta Khutbah Jumat: 6 Teladan Nabi Yahya bagi Generasi Muda Khutbah Jumat: Krisis Integritas, Ketika Dosa Dianggap Biasa Khutbah Jumat: Menjaga Makanan Halal, Menjaga Keberkahan Hidup Khutbah Jumat: Absennya Tokoh Agama dari Isu Karhutla Ini Harapan Muslimat dan Fatayat NU Pada Pengurus PBNU Periode 2026–2031 Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:00 WIB Hari Santri 2026, PCNU Gowa Salurkan Bantuan untuk Pesantren dan Mujahadah untuk Palestina Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30 WIB PBNU Akselerasikan Pemberdayaan Umat dan Tata Kelola Aset Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:00 WIB Lantunan Mahallul Qiyam Antarkan Pelantikan PBNU Masa Khidmah 2026-2031 Sabtu, 24 Oktober 2026 | 10:45 WIB Nahdliyin Harap Kepemimpinan PBNU 2026-2031 Perkuat Pendidikan dan Ekonomi Sabtu, 24 Oktober 2026 | 10:30 WIB https://www.nu.or.id/daerah/hari-santri-2026-pcnu-gowa-salurkan-bantuan-untuk-pesantren-dan-mujahadah-untuk-palestina-kxG45 4 2026-10-24 12:00:09 PBNU Siapkan Pemetaan Bakat Santri untuk Jembatani Kebutuhan Industri Patoni Patoni Rikhul Jannah Nasional Berita & Umum PBNU menyiapkan Passport Talent Santri untuk memetakan bakat dan minat. Program ini diharapkan menjembatani potensi santri dengan industri. pengurus pbnu 2026-2031, pengukuhan pengurus pbnu, pelantikan pbnu 2026-2031 https://storage.nu.or.id/storage/post/4_3/thumb/gus-ipang-witno_1792817525.webp NU Online · Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:00 WIB Wakil Ketua Umum PBNU H Irfan Asy’ari Sudirman Wahid atau Gus Ipang Wahid. (Foto: NU Online/SUwitno) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyiapkan program pemetaan bakat santri melalui Passport Talent Santri untuk mengidentifikasi potensi individu sekaligus menjembatani keterampilan mereka dengan kebutuhan dunia industri. Wakil Ketua Umum PBNU H Irfan Asy’ari Sudirman Wahid atau Gus Ipang Wahid mengatakan, program tersebut telah diuji coba di Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy), Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Pemetaan ini bertujuan mengenali bakat individu, mengidentifikasi keterampilan karier yang sesuai, serta mempertemukan talenta dengan kebutuhan industri. “Kita sudah melakukan Passport Talent Santri. Kita menggunakan pilot-nya di Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy), Tebuireng, Jombang. Coba kita lihat tujuan program Passport Talent. Problem utama adalah talent, talenta. Kita tidak bisa mengidentifikasi talent-nya apa. Dengan program ini, kita mengidentifikasi kejeniusan setiap individu. Kedua adalah keterampilan karier yang personal, dan yang paling penting adalah link and match industri dan talent,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama di Depok, Jawa Barat, Jumat (23/10/2026). Gus Rozin: NU Perlu Perkuat Ketahanan Bencana dan Kemandirian Ekonomi Warga Gus Ipang mengungkapkan, ketidaksesuaian antara potensi individu dengan pilihan pendidikan dan pekerjaan masih menjadi persoalan yang perlu diatasi. Ia menyebutkan, berdasarkan data yang dipaparkannya, 97 persen santri atau siswa tidak mengetahui jurusan yang ingin dipilih. Sementara itu, 83 persen mahasiswa disebut salah memilih jurusan setelah masuk perguruan tinggi. Adapun 82 persen korporasi disebut memilih talenta yang tidak tepat. “Faktanya adalah 97 persen santri atau siswa tidak tahu mau pilih jurusan apa. 83 persen sudah masuk ternyata salah jurusan. Dan 82 persen dari korporasi mereka memilih talent yang salah,” katanya. Dalam uji coba di Unhasy, PBNU mengumpulkan data dari 1.360 mahasiswa. Hasil pemetaan menunjukkan beragam kecenderungan bakat, mulai dari kemampuan mencapai target, perfeksionisme, hingga daya saing. Pemetaan tersebut juga menemukan minat mahasiswa pada bidang perikanan dan perkebunan, meskipun kedua bidang itu tidak tersedia sebagai program studi di kampus tersebut. “Jadi kita tahu persis kekuatan dan kelemahan kita,” kata Gus Ipang. Menurutnya, hasil pemetaan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi lembaga pendidikan dalam mengembangkan program studi yang sesuai dengan minat dan potensi peserta didik. Dengan demikian, pilihan pendidikan tidak hanya bergantung pada program studi yang tersedia, tetapi juga mempertimbangkan kecenderungan bakat masing-masing individu. PBNU Siap Himpun Ekonom dan Akademisi untuk Kaji Persoalan Ekonomi Bangsa “Ini akan memudahkan kita untuk link and match. Contohnya seperti apa? Misalnya kita mau cari yang nelayan, kita mau cari teknisi operator industri, dari sini akan ketahuan, oh anak ini si A, si B, si C ini yang paling kuat. Jadi industri akan dengan mudah ambil ke sini,” ucapnya. Gus Ipang menambahkan, inisiatif pemetaan bakat tersebut telah diajukan kepada Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama. Ke depan, program ini direncanakan dikembangkan di sejumlah pesantren besar. “Dirjen Pendis akan melakukan inisiasi di pesantren-pesantren besar yang ada. Itu akan kita lakukan,” pungkasnya. PBNU Rilis Twibbon Hari Santri 2026, Unduh Linknya di Sini Rais Aam PBNU Sempatkan Ngaji Al-Hikam Sebelum Berangkat Rapat Koordinasi ke Jakarta Khutbah Jumat: 6 Teladan Nabi Yahya bagi Generasi Muda Khutbah Jumat: Krisis Integritas, Ketika Dosa Dianggap Biasa Khutbah Jumat: Menjaga Makanan Halal, Menjaga Keberkahan Hidup Khutbah Jumat: Absennya Tokoh Agama dari Isu Karhutla Ini Harapan Muslimat dan Fatayat NU Pada Pengurus PBNU Periode 2026–2031 Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:00 WIB Hari Santri 2026, PCNU Gowa Salurkan Bantuan untuk Pesantren dan Mujahadah untuk Palestina Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30 WIB PBNU Akselerasikan Pemberdayaan Umat dan Tata Kelola Aset Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:00 WIB Lantunan Mahallul Qiyam Antarkan Pelantikan PBNU Masa Khidmah 2026-2031 Sabtu, 24 Oktober 2026 | 10:45 WIB Nahdliyin Harap Kepemimpinan PBNU 2026-2031 Perkuat Pendidikan dan Ekonomi Sabtu, 24 Oktober 2026 | 10:30 WIB https://www.nu.or.id/nasional/pbnu-siapkan-pemetaan-bakat-santri-untuk-jembatani-kebutuhan-industri-yhItt 5 2026-10-24 11:30:24 Gus Kikin: Kepengurusan PBNU 2026-2031 Disusun dengan Semangat Kebersamaan Patoni Patoni Penulis: Haekal Attar Nasional Berita & Umum Ketua Umum PBNU menegaskan komposisi pengurus baru mengutamakan kebersamaan. Ia juga mengajak ulama menjaga tradisi pesantren dan keutuhan negeri. pengurus pbnu 2026-2031, pengukuhan pengurus pbnu, pelantikan pbnu 2026-2031 https://storage.nu.or.id/storage/post/4_3/thumb/gus-kikin-witno-3_1792816779.webp NU Online · Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:30 WIB Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin. (Foto: NU Online/Suwitno) Jakarta, NU Online Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menegaskan bahwa komposisi kepengurusan PBNU masa khidmah 2026–2031 disusun dengan menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan mengutamakan kemaslahatan jam’iyah. Gus Kikin menyampaikan hal tersebut dalam pelantikan pengurus PBNU masa khidmah 2026–2031 di Pondok Pesantren Al-Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (24/10/2026). “Komposisi kepengurusan yang telah disusun dengan berusaha mempertimbangkan semua aspek keterampilan, baik dari sisi kewilayahan maupun antargenerasi,” katanya. PBNU Masa Khidmah 2026-2031 Resmi Dilantik di Pesantren Al-Hamid Jakarta Ia menyadari bahwa komposisi kepengurusan yang baru mungkin masih memiliki kekurangan. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari keterbatasan manusia dalam menyusun kepengurusan organisasi. Gus Kikin juga menjelaskan bahwa pelantikan yang digelar di Pondok Pesantren Al-Hamid menjadi bentuk komitmen pengurus baru untuk kembali kepada akar tradisi pesantren. “Prosesi pelantikan PBNU di Pesantren Al-Hamid ini, kami berharap semua ulama bersatu dan berada dalam satu SOP untuk bersama-sama membangun, agar tradisi pesantren terjaga dan keutuhan negeri yang kita cintai tetap terpelihara,” katanya. Lebih lanjut, Gus Kikin mengutip pesan Rais Akbar PBNU, Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, yang mengajak seluruh elemen masyarakat bergabung dalam Jam’iyah Nahdlatul Ulama. Menurutnya, pesan tersebut mencerminkan keterbukaan NU sebagai organisasi yang merangkul berbagai kalangan. “Kiai Hasyim Asy’ari mengajak semua komponen bangsa untuk bergabung ke dalam Jam’iyah Nahdlatul Ulama. Ini menggambarkan inklusivitas daripada organisasi itu,” jelasnya. Pengasuh Ponpes Al-Hamid Berharap PBNU Jadi Rumah Besar Pesantren dan Penyambung Lidah Umat Setelah menyampaikan sambutan, Gus Kikin membacakan Surat Keputusan Nomor 2/PB.01/A.II.01.01/99/09/2026 tentang pengesahan komposisi dan personalia PBNU masa khidmah 2026–2031. “Bismillahirrahmanirrahim, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menimbang dan seterusnya, mengingat dan seterusnya, memperhatikan hasil Sidang Pleno ke-4 dan Sidang Pleno ke-5 Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama pada tanggal 17–18 Rabiul Awal 1448 H atau tanggal 30–31 Agustus 2026, dengan senantiasa bertawakal kepada Allah, seraya memohon taufik dan hidayah-Nya, memutuskan menetapkan surat keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama,” kata Gus Kikin saat membacakan SK. Selanjutnya, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar membaiat kepengurusan baru untuk masa khidmah 2026–2031. Prosesi tersebut berlangsung di atas panggung dengan didampingi Gus Kikin dan tujuh Wakil Ketua Umum PBNU lainnya. Sementara itu, pengurus lainnya berdiri di depan panggung sehingga berhadapan dengan jajaran pimpinan. Sebelum memulai baiat, Kiai Miftach menjelaskan bahwa baiat merupakan ikrar spiritual yang memperkuat janji setia dalam menjalankan amanah organisasi. Gus Rozin: NU Perlu Perkuat Ketahanan Bencana dan Kemandirian Ekonomi Warga “Yang harus kita cermati, baiat adalah inisiasi spiritual, janji setia. Baiat merupakan pembaruan, penguatan terhadap janji setia tersebut,” katanya. Kiai Miftach kemudian mengawali prosesi baiat dengan membacakan dua kalimat syahadat, dilanjutkan dengan ikrar yang diikuti oleh seluruh pengurus PBNU. “Kami, selaku Pengurus Besar Nahdlatul Ulama 2026 sampai dengan 2031, dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, dengan ini berikrar. Pertama, siap mengamalkan dan mempertahankan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen, menegakkan akidah Islam Ahlussunnah wal Jamaah, dan patuh pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Nahdlatul Ulama serta peraturan jam’iyah Nahdlatul Ulama,” kata Kiai Miftach yang diikuti oleh para pengurus. Penulis: Haekal Attar PBNU Rilis Twibbon Hari Santri 2026, Unduh Linknya di Sini Rais Aam PBNU Sempatkan Ngaji Al-Hikam Sebelum Berangkat Rapat Koordinasi ke Jakarta Khutbah Jumat: 6 Teladan Nabi Yahya bagi Generasi Muda Khutbah Jumat: Krisis Integritas, Ketika Dosa Dianggap Biasa Khutbah Jumat: Menjaga Makanan Halal, Menjaga Keberkahan Hidup Khutbah Jumat: Absennya Tokoh Agama dari Isu Karhutla Ini Harapan Muslimat dan Fatayat NU Pada Pengurus PBNU Periode 2026–2031 Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:00 WIB Hari Santri 2026, PCNU Gowa Salurkan Bantuan untuk Pesantren dan Mujahadah untuk Palestina Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30 WIB PBNU Akselerasikan Pemberdayaan Umat dan Tata Kelola Aset Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:00 WIB Lantunan Mahallul Qiyam Antarkan Pelantikan PBNU Masa Khidmah 2026-2031 Sabtu, 24 Oktober 2026 | 10:45 WIB Nahdliyin Harap Kepemimpinan PBNU 2026-2031 Perkuat Pendidikan dan Ekonomi Sabtu, 24 Oktober 2026 | 10:30 WIB https://www.nu.or.id/nasional/gus-kikin-kepengurusan-pbnu-2026-2031-disusun-dengan-semangat-kebersamaan-HzYU1 6 2026-10-24 11:15:56 PBNU Masa Khidmah 2026-2031 Resmi Dilantik di Pesantren Al-Hamid Jakarta Patoni Patoni Penulis: Haekal Attar Nasional Berita & Umum PBNU masa khidmah 2026-2031 resmi dilantik di Pesantren Al-Hamid, Jakarta. Prosesi dilanjutkan dengan baiat dan pengucapan ikrar pengurus baru. pengurus pbnu 2026-2031, pengukuhan pengurus pbnu, pelantikan pbnu 2026-2031 https://storage.nu.or.id/storage/post/4_3/thumb/pelantikan-pbnu-2026-witno_1792816093.webp NU Online · Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:15 WIB Pelantikan PBNU 2026-2031 di Pesantren Al-Hamid Jakarta, Sabtu (24/10/2026). (Foto: NU Online/Suwitno) Jakarta, NU Online Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031 resmi dilantik oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar di Pondok Pesantren Al-Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (24/10/2026). Rangkaian pelantikan diawali dengan pembacaan tawasul, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Yalal Wathan. Setelah itu, KH Fadlan Zainuddin membacakan ayat suci Al-Qur’an dari Surah Al-Maidah ayat 1–2. Acara kemudian ditutup dengan pembacaan Shalawat Badar yang diikuti seluruh hadirin. Pengasuh Ponpes Al-Hamid Berharap PBNU Jadi Rumah Besar Pesantren dan Penyambung Lidah Umat Sebelum prosesi baiat, Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin membacakan Surat Keputusan Nomor 2/PB.01/A.II.01.01/99/09/2026 tentang pengesahan komposisi dan personalia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmah 2026–2031. “Bismillahirrahmanirrahim, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menimbang dan seterusnya, mengingat dan seterusnya, memperhatikan hasil Sidang Pleno ke-4 dan Sidang Pleno ke-5 Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama pada tanggal 17–18 Rabiul Awal 1448 H atau tanggal 30–31 Agustus 2026, dengan senantiasa bertawakal kepada Allah, seraya memohon taufik dan hidayah-Nya, memutuskan menetapkan surat keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama,” kata Gus Kikin saat membacakan SK. Selanjutnya, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar membaiat kepengurusan baru untuk masa khidmah 2026–2031. Prosesi berlangsung di atas panggung dengan didampingi Gus Kikin dan tujuh Wakil Ketua Umum PBNU lainnya. Sementara itu, pengurus lainnya berdiri di depan panggung sehingga berhadapan dengan jajaran pimpinan. Sebelum memulai baiat, Kiai Miftach menjelaskan bahwa baiat merupakan ikrar yang memiliki makna spiritual dan memperkuat janji setia dalam menjalankan amanah organisasi. “Yang harus kita cermati, baiat adalah inisiasi spiritual, janji setia. Baiat merupakan pembaruan, penguatan terhadap janji setia tersebut,” katanya. Nahdliyin Harap Kepemimpinan PBNU 2026-2031 Perkuat Pendidikan dan Ekonomi Kiai Miftach kemudian mengawali prosesi baiat dengan membacakan dua kalimat syahadat, dilanjutkan dengan pembacaan ikrar yang diikuti oleh seluruh pengurus PBNU. “Kami, selaku Pengurus Besar Nahdlatul Ulama 2026 sampai dengan 2031, dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, dengan ini berikrar. Pertama, siap mengamalkan dan mempertahankan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen, menegakkan akidah Islam Ahlussunnah wal Jamaah, dan patuh pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Nahdlatul Ulama serta peraturan jam’iyah Nahdlatul Ulama,” kata Kiai Miftach yang diikuti para pengurus. Berikut susunan pengurus PBNU masa khidmah 2026–2031 berdasarkan daftar yang disampaikan. KH Ahmad Mustofa Bisri Prof KH Ma’ruf Amin KH M Anwar Manshur TGK KH Nuruzzahri Yahya TGH LM Turmudzi Badaruddin KH Taufiqurrahman Subki Prof KH Said Aqil Siroj Nyai Hj Shinta Nuriyah A. Wahid Nyai Hj Machfudhoh Aly Ubaid KH Abd Matin Djawahir KH Muhtadi Dimyathi KH Ulin Nuha Arwani KH Jirjis Ali Maksum KH Ali Akbar Marbun AGH Habib Abdurrahim Assegaf KH Muhammad Nuh Ad-Dawami KH Abdullah Ubab Maimoen KH Mustafa Bakri Nasution Muhammad A.S. Hikam Prof KH Masykuri Abdillah Prof Moh Mahfud MD Nyai Hj Hizbiyah Rochim Rais Aam: KH Miftachul Akhyar KH Nurul Huda Jazuli KH Afifuddin Muhajir KH Muhammad Musthofa Aqiel Siroj KH Ahmad Bahauddin Nur Salim KH Aniq Muhammadun Prof KH Nasaruddin Umar KH Ubaidillah Faqih KH Mudatsir Badruddin KH Ahmad Sadid Jauhari KH Abdullah Kafabihi Mahrus KH Abdul Ghafur Maimoen Prof KH Zainal Abidin KH Muhammad Cholil Nafis KH Ahmad Azaim Ibrohimy KH Sholahudin Al-Aiyub KH Abdul Moqsith Ghazali Prof KH Ali Maschan Moesa KH Ubaidillah Ruhiyat KH Imam Buchori Cholil KH Thontowi Djauhari Musaddad KH Ahmad Tajul Mafakhir KH Sayyid Muhammad Hilal Al Aidid Prof Asrorun Ni’am Sholeh KH Abdul Wahid Zamas KH Abdurrahman Al-Kautsar KH Afifudin Dimyathi Habib Ibrahim Luthfi bin Ahmad Al-Attas KH Ahmad Fahrurrozi Prof H Nadirsyah Hosen KH Moch Chozien Adenan Prof TGH Masnun Tahir Hj Khofifah Indar Parawansa Habib Ahmad Edrus Al Habsyi KH M Yusuf Chudori KH Mu’tashim Billah KH Abdussalam Shohib KH Nur Taufiq Sanusi Hj Badriyah Fayumi Nyai Hj Ida Fatimah Zainal KH Ahmad Ma’sum Abror H Masduki Baidlowi KH Muhajirin Yanis Prof Ir Eduart Wolok Prof Muhammad Madyan H Endin A.J. Soefihara KH Musyaffa’ Fauzi H Nasyirul Falah Amru Prof H Sumper Mulia Harahap Katib Aam: Prof KH Mohammad Nuh Prof H Kamaruddin Amin KH Taj Yasin Maimoen KH Reza Ahmad Zahid KH Hasan Nuri Hidayatullah KH Abdurrozaq Sholeh KH Abdullah Syamsul Arifin KH Kholid Dawam Anwar Dr KH Muhammad Adnan KH Zuhrul Anam Hisyam KH Abdul Latif Malik KH Moh Abdullah Rif’an Nashir Prof H Idrus Alhamid KH Syarif Chumas Asy-Syawali KH Mas Achmad Sa’dullah Abdul Alim KH Mujiburrohman Ma’mun KH Mahbub Ma’afi Ramdlan KH Salman Fuad Zain KH Muhammad Yusron Sidqi KH Atok Romli Mustofha Ahmad Ubaidy Hasbillah K Khairuddin Habzis Ketua Umum: KH Kikin A. Hakim KH Muhammad Faiz Syukron H Muhammad Lukman Edy KH Abdul Ghoffar Rozin H Irfan Asy’ari Sudirman Wahid KH Hasib Wahab Chasbullah H Miftah Maulana Habiburrahman Prof KH Noor Achmad H Imron Rosyadi Hamid KH Syamsul Ma’arif Prof H Zaidi Abdad H Abdullah Azwar Anas Prof H Kacung Marijan KH Lukman Harits Dimyathi H Iskandar Zulkarnaen KH Khoirul Huda Basyir H M Faishal Aminuddin KH M Syarbani Haira H Moch Choirur Rofiq H A Saifullah Naji Sekretaris Jenderal: H Gudfan Arif Wakil Sekretaris Jenderal: H S Suleman Tanjung KH Muhyidin Thohir H Abdul Malik Haramain KH Muhammad Shalahuddin A. Warits KH Muhammad Nur Hayid H Fathurrohman Taufiq KH Najiburrahman Wahid KH Zaimul Umam Nur Salim H Aminuddin Ma’ruf H Abdullah Latopada H Abdur Rohim Hasan H Moh Arwani Thomafi Bendahara Umum: Prof Dr Ainun Na’im Kawendra Lukistian H Faisal Ali Hasyim Penulis: Haekal Attar PBNU Rilis Twibbon Hari Santri 2026, Unduh Linknya di Sini Rais Aam PBNU Sempatkan Ngaji Al-Hikam Sebelum Berangkat Rapat Koordinasi ke Jakarta Khutbah Jumat: 6 Teladan Nabi Yahya bagi Generasi Muda Khutbah Jumat: Krisis Integritas, Ketika Dosa Dianggap Biasa Khutbah Jumat: Menjaga Makanan Halal, Menjaga Keberkahan Hidup Khutbah Jumat: Absennya Tokoh Agama dari Isu Karhutla Ini Harapan Muslimat dan Fatayat NU Pada Pengurus PBNU Periode 2026–2031 Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:00 WIB Hari Santri 2026, PCNU Gowa Salurkan Bantuan untuk Pesantren dan Mujahadah untuk Palestina Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30 WIB PBNU Akselerasikan Pemberdayaan Umat dan Tata Kelola Aset Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:00 WIB Lantunan Mahallul Qiyam Antarkan Pelantikan PBNU Masa Khidmah 2026-2031 Sabtu, 24 Oktober 2026 | 10:45 WIB Sabtu, 24 Oktober 2026 | 10:30 WIB https://www.nu.or.id/nasional/pbnu-masa-khidmah-2026-2031-resmi-dilantik-di-pesantren-al-hamid-jakarta-hcUZl 7 2026-10-24 11:05:00 Pengasuh Ponpes Al-Hamid Berharap PBNU Jadi Rumah Besar Pesantren dan Penyambung Lidah Umat Patoni Patoni Penulis: Nuriel Shiami Indiraphasa Nasional Berita & Umum Pengasuh Pesantren Al-Hamid berharap PBNU menjadi rumah besar pesantren. Ia juga meminta PBNU menyuarakan persoalan umat dan mengawal keadilan sosial. pengurus pbnu 2026-2031, pengukuhan pengurus pbnu, pelantikan pbnu 2026-2031 https://storage.nu.or.id/storage/post/4_3/thumb/gus-lukman-hakim-hamid-pesantren-al-hamid-witno_1792815760.webp NU Online · Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:05 WIB Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hamid Cilangkap, Jakarta Timur, KH Lukman Hakim Hamid. (Foto: NU Online/Suwitno) Nuriel Shiami Indiraphasa Jakarta, NU Online Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur, KH Lukman Hakim Hamid, berharap Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031 menjadi rumah besar bagi pesantren sekaligus memperkuat perannya dalam menyuarakan persoalan yang dihadapi masyarakat. Lukman menyampaikan harapan tersebut dalam pengukuhan pengurus PBNU masa khidmah 2026–2031 di Pondok Pesantren Al-Hamid, Sabtu (24/10/2026). Menurutnya, pesantren yang tersebar di perkotaan hingga pelosok desa membutuhkan organisasi yang dapat menjadi tempat bernaung sekaligus menyalurkan aspirasi. Nahdliyin Harap Kepemimpinan PBNU 2026-2031 Perkuat Pendidikan dan Ekonomi “Atas nama pondok-pondok pesantren yang tersebar di Indonesia, kami berharap PBNU senantiasa menjadi rumah besar, khususnya bagi pesantren dan umumnya bagi umat Islam Indonesia, bahkan bagi negara yang kita cintai,” kata Lukman. Ia juga berharap PBNU menjalankan fungsi kontrol sosial dan menjadi penyambung lidah umat dalam menghadapi berbagai persoalan. Sejumlah masalah yang perlu mendapat perhatian, menurutnya, meliputi korupsi, kerusakan lingkungan, kemerosotan ekonomi, dan kesenjangan sosial yang semakin melebar. “Semoga PBNU masa khidmah ini mampu memaksimalkan peran sebagai kontrol sosial, sebagai penyambung lidah umat atas permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh mereka, tentang masalah korupsi, rusaknya ekologi, merosotnya ekonomi, dan kesenjangan sosial yang semakin hari seolah semakin tinggi eskalasinya,” paparnya. Lukman menegaskan, PBNU tidak cukup hanya menjadi tempat bernaung, tetapi juga perlu menjadi ruang untuk merumuskan solusi atas persoalan masyarakat. Ia menilai organisasi keagamaan memiliki peran penting dalam menyuarakan kebutuhan umat di tengah berbagai tantangan kehidupan. Dalam kesempatan itu, Lukman mengajak para pengurus baru menyatukan niat dan tekad dalam menjalankan amanah organisasi. Ia mengingatkan bahwa para pengurus merupakan penerus perjuangan para pendiri NU, termasuk KH Hasyim Asy’ari dan KH Bisri Syansuri. Gus Rozin: NU Perlu Perkuat Ketahanan Bencana dan Kemandirian Ekonomi Warga “Kita semua yang ada di sini adalah santri para kiai. Mari bersama-sama kita buat beliau tersenyum, jangan buat beliau menangis,” ujarnya. Lukman juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran PBNU yang telah memilih Pondok Pesantren Al-Hamid sebagai lokasi pengukuhan pengurus masa khidmah 2026–2031. Ia mendoakan agar seluruh pengurus mendapat petunjuk dan kekuatan dalam menjalankan tanggung jawab selama lima tahun mendatang. Penulis: Nuriel Shiami Indiraphasa PBNU Rilis Twibbon Hari Santri 2026, Unduh Linknya di Sini Rais Aam PBNU Sempatkan Ngaji Al-Hikam Sebelum Berangkat Rapat Koordinasi ke Jakarta Khutbah Jumat: 6 Teladan Nabi Yahya bagi Generasi Muda Khutbah Jumat: Krisis Integritas, Ketika Dosa Dianggap Biasa Khutbah Jumat: Menjaga Makanan Halal, Menjaga Keberkahan Hidup Khutbah Jumat: Absennya Tokoh Agama dari Isu Karhutla Ini Harapan Muslimat dan Fatayat NU Pada Pengurus PBNU Periode 2026–2031 Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:00 WIB Hari Santri 2026, PCNU Gowa Salurkan Bantuan untuk Pesantren dan Mujahadah untuk Palestina Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30 WIB PBNU Akselerasikan Pemberdayaan Umat dan Tata Kelola Aset Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:00 WIB Lantunan Mahallul Qiyam Antarkan Pelantikan PBNU Masa Khidmah 2026-2031 Sabtu, 24 Oktober 2026 | 10:45 WIB Sabtu, 24 Oktober 2026 | 10:30 WIB https://www.nu.or.id/nasional/pengasuh-ponpes-al-hamid-berharap-pbnu-jadi-rumah-besar-pesantren-dan-penyambung-lidah-umat-HhZGg 8 2026-10-24 11:00:23 PBNU Akselerasikan Pemberdayaan Umat dan Tata Kelola Aset Muhammad Syakir NF Muhammad Syakir NF Rikhul Jannah Nasional Berita & Umum PBNU menyusun Peta Jalan NU 2050 dengan fokus pemberdayaan ekonomi umat, pemetaan talenta kader, penataan aset, dan penguatan tata kelola organisasi. Pemberdayaan Umat, PBNU, Tata Kelola Aset https://storage.nu.or.id/storage/post/4_3/thumb/1002591510_1792812105.webp NU Online · Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:00 WIB Wakil Ketua Umum PBNU Juri Ardiantoro saat Rapat Koordinasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama di Depok, Jawa Barat, Jumat (23/10/2026). (Foto: NU Online/Suwitno) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus mempertegas komitmennya dalam meningkatkan pelayanan kepada warga Nahdliyin melalui penguatan tata kelola organisasi dan strategi pemberdayaan umat. Susunan Pengurus 2026-2031 Terbentuk, Ketua Umum PBNU: Mulai Besok Kita Berkhidmah Wakil Ketua Umum PBNU Juri Ardiantoro mengatakan bahwa transformasi jam’iyah yang diusung PBNU bertujuan memastikan seluruh program organisasi memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan warga NU. Juri menjelaskan bahwa PBNU telah merumuskan tahapan Peta Jalan NU 2050, yang diawali dengan periode Transformasi Jam’iyah (2026–2030), kemudian dilanjutkan dengan Akselerasi Transformasi Jam’iyah (2030–2035). Tahapan berikutnya meliputi Independensi Jam’iyah (2036–2040) serta Kepemimpinan Etik dalam Khidmah Nasional dan Global (2041–2045), sebelum mencapai puncaknya pada Ekosistem Peradaban (2046–2050). PBNU 2026-2031 Berjumlah 210 Pengurus, Gus Kikin Jelaskan Alasannya Ia menyampaikan bahwa kebijakan tersebut berpedoman pada visi Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, untuk menjaga NU sebagai jam’iyah diniyah yang ikhlas, beradab, dan mandiri. Serius Kelola Aset, PBNU Bentuk LPPA NU Selain itu, kebijakan tersebut juga mengacu pada arahan Ketua Umum PBNU, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), yang menempatkan Qanun Asasi sebagai pedoman utama perjalanan organisasi. “Tentu saja yang kedua ini dasarnya adalah hasil Muktamar, program-program yang sudah diputuskan di Muktamar,” katanya dalam Rapat Koordinasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama di Depok, Jawa Barat, Jumat (23/10/2026). “Dan visinya Rais Aam dan Ketua Umum, di mana kita bisa baca bahwa Ketua Umum mengatakan implementasi Qanun Asasi sebagai landasan khidmah kita serta pedoman utama berjalan organisasi ke depan,” lanjutnya. Juri mengatakan, PBNU akan mewujudkan warga yang berdaya melalui sejumlah program strategis. Program tersebut meliputi pemetaan talenta sumber daya manusia (SDM) NU untuk mengoptimalkan potensi kader di berbagai bidang keahlian, pemberdayaan ekonomi berbasis masjid dengan menjadikan masjid sebagai pusat kemandirian ekonomi umat, serta penataan dan pengamanan aset organisasi. Ia mengatakan bahwa penataan aset tersebut mencakup aset berwujud (tangible) maupun tidak berwujud (intangible) di seluruh tingkatan struktur NU secara transparan. Juli juga mengatakan bahwa PBNU akan melakukan harmonisasi regulasi dan penataan struktur organisasi dan tata kerja (SOTK). Langkah ini bertujuan menyelaraskan aturan organisasi agar gerak lembaga dan badan otonom (Banom) berjalan secara sinergis dan terarah. “Karena ide programnya itu adalah untuk jangka pendek, ya kira-kira ini. Tapi tentu saja ini akan dikonkretkan atau disistematisasi sebagai sebuah program yang bisa dijalankan,” ucapnya. PBNU Rilis Twibbon Hari Santri 2026, Unduh Linknya di Sini Rais Aam PBNU Sempatkan Ngaji Al-Hikam Sebelum Berangkat Rapat Koordinasi ke Jakarta Khutbah Jumat: 6 Teladan Nabi Yahya bagi Generasi Muda Khutbah Jumat: Krisis Integritas, Ketika Dosa Dianggap Biasa Khutbah Jumat: Menjaga Makanan Halal, Menjaga Keberkahan Hidup Khutbah Jumat: Absennya Tokoh Agama dari Isu Karhutla Ini Harapan Muslimat dan Fatayat NU Pada Pengurus PBNU Periode 2026–2031 Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:00 WIB Hari Santri 2026, PCNU Gowa Salurkan Bantuan untuk Pesantren dan Mujahadah untuk Palestina Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30 WIB PBNU Akselerasikan Pemberdayaan Umat dan Tata Kelola Aset Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:00 WIB Lantunan Mahallul Qiyam Antarkan Pelantikan PBNU Masa Khidmah 2026-2031 Sabtu, 24 Oktober 2026 | 10:45 WIB Nahdliyin Harap Kepemimpinan PBNU 2026-2031 Perkuat Pendidikan dan Ekonomi Sabtu, 24 Oktober 2026 | 10:30 WIB https://www.nu.or.id/nasional/pbnu-akselerasikan-pemberdayaan-umat-dan-tata-kelola-aset-46tUn 9 2026-10-24 10:45:06 Lantunan Mahallul Qiyam Antarkan Pelantikan PBNU Masa Khidmah 2026-2031 Muhammad Syakir NF Muhammad Syakir NF Achmad Risky Arwani Maulidi Nasional Berita & Umum Rangkaian pelantikan pengurus PBNU masa khidmah 2026-2031 dibuka dengan lantunan shalawat Mahallul Qiyam. Mahallul Qiyam, Shalawat, Pelantikan https://storage.nu.or.id/storage/post/4_3/thumb/1002591680_1792813951.webp NU Online · Sabtu, 24 Oktober 2026 | 10:45 WIB Pembacaan shalawat mahallul qiyam pada pelantikan pengurus PBNU masa khidmah 2026-2031 di Pondok Pesantren Al-Hamid, Jakarta, Sabtu (24/10/2026). (Foto: NU Online/Risky) Achmad Risky Arwani Maulidi Jakarta, NU Online Lantunan Shalawat Mahallul Qiyam membuka rangkaian pelantikan Pengurus Besar Nahdlatul (PBNU) Masa Khidmah 2026-2031 di Pondok Pesantren Al-Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (24/10/2026). Hukum Berdiri saat Mahallul Qiyam di Tengah Peringatan Maulid Pembacaan kalam madah dan sanjungan kepada Nabi Muhammad itu dipimpin oleh A'wan PBNU Habib Achmad Edrus Al-Habsyi didampingi putranya, Habib Abdullah. Tanpa alunan musik para hadirin yang terdiri dari pengurus dan kader NU serta masyarakat umum mengikuti lantunan shalawat dengan khidmat. Sebelumnya, berbagai macam lantunan shalawat yang dibaca Santri Al-Hamid dengan rebana juga menyambut datangnya para tamu undangan. Membaca Shalawat untuk Nabi Agenda kemudian dilanjutkan dengan rangkaian Prosesi Pelantikan PBNU Masa Khidmah 2026-2031. Prosesi dimulai dengan pembacaan al-Quran surah al-Maidah ayat 1-2 oleh Fadlan Zainuddin. Dijelaskan, di dalam NU ayat tersebut berisi tentang anjuran kuat untuk menepati janji setelah ikrar. Pengurus PBNU 2026-2031 Penuhi Aula Pesantren Al-Hamid, Siap Dilantik Sebelumnya, Rais Aam PBNU berharap di abad kedua ini NU harus mampu menunjukkan diri sebagai representasi daripada Islam yang menitikberatkan pada pemuliaan martabat manusia. Ia menilai, hal ini termasuk bagian dari sunnatullah yang mesti diupayakan. "Jadi, memang sunnatullah. Bahkan sunnatullah yang tertua, yaitu pemuliaan terhadap manusia sampai diutusnya para rasul, terutama Nabi Besar Muhammad saw. Itu bagaimana pemuliaan Islam terhadap manusia," tuturnya, Jumat (23/10/2026). Adapun tamu undangan yang hadir antara lain Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hamid, KH Luqman Hakim Hamid, Walikota Jakarta Timur, Munjirin dan Jajaran Forkopimda, Ketua DPRD DKI Jakarta Suhur Alynudin dan Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Sutikno. Untuk diketahui, susunan lengkap pengurus PBNU masa khidmah 2026–2031 tercantum dalam SK PBNU Nomor 2/PB.01/A.II.01.01/99/09/2026. Struktur tersebut terdiri atas Mustasyar, Pengurus Harian Syuriyah, A'wan, serta Pengurus Harian Tanfidziyah. PBNU Rilis Twibbon Hari Santri 2026, Unduh Linknya di Sini Rais Aam PBNU Sempatkan Ngaji Al-Hikam Sebelum Berangkat Rapat Koordinasi ke Jakarta Khutbah Jumat: 6 Teladan Nabi Yahya bagi Generasi Muda Khutbah Jumat: Krisis Integritas, Ketika Dosa Dianggap Biasa Khutbah Jumat: Menjaga Makanan Halal, Menjaga Keberkahan Hidup Khutbah Jumat: Absennya Tokoh Agama dari Isu Karhutla Ini Harapan Muslimat dan Fatayat NU Pada Pengurus PBNU Periode 2026–2031 Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:00 WIB Hari Santri 2026, PCNU Gowa Salurkan Bantuan untuk Pesantren dan Mujahadah untuk Palestina Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30 WIB PBNU Akselerasikan Pemberdayaan Umat dan Tata Kelola Aset Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:00 WIB Lantunan Mahallul Qiyam Antarkan Pelantikan PBNU Masa Khidmah 2026-2031 Sabtu, 24 Oktober 2026 | 10:45 WIB Nahdliyin Harap Kepemimpinan PBNU 2026-2031 Perkuat Pendidikan dan Ekonomi Sabtu, 24 Oktober 2026 | 10:30 WIB https://www.nu.or.id/nasional/lantunan-mahallul-qiyam-antarkan-pelantikan-pbnu-masa-khidmah-2026-2031-xD7oA 10 2026-10-24 10:30:09 Nahdliyin Harap Kepemimpinan PBNU 2026-2031 Perkuat Pendidikan dan Ekonomi Patoni Patoni Penulis: Haekal Attar Nasional Berita & Umum Nahdliyin berharap Qanun Asasi menjadi pedoman kemajuan NU pada abad kedua. Mereka juga menaruh harapan pada kemajuan pendidikan dan ekonomi warga. pengurus pbnu 2026-2031, pengukuhan pengurus pbnu, pelantikan pbnu 2026-2031 https://storage.nu.or.id/storage/post/4_3/thumb/pelantikan-pbnu_1792813111.webp NU Online · Sabtu, 24 Oktober 2026 | 10:30 WIB Wakil Rais Syuriyah PCNU Jakarta Utara, H Muhammad Imaduddin (tengah) di Pesantren Al-Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Sabtu (24/10/2026). (Foto: NU Online/Haekal Attar) Jakarta, NU Online Wakil Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Utara H Muhammad Imaduddin berharap Qanun Asasi menjadi pedoman bagi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031 dalam memajukan organisasi yang telah memasuki abad kedua. Harapan tersebut disampaikan Kiai Imad menjelang pengukuhan pengurus PBNU masa khidmah 2026–2031 di Pondok Pesantren Al-Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (24/10/2026) pagi. “Saya harap Gus Kikin menjadikan Qanun Asasi sebagai basis kepemimpinan beliau, sebagaimana Mbah Kiai Hasyim Asy'ari menjadikannya sebagai landasan ideologis Nahdlatul Ulama,” jelasnya kepada NU Online. Gus Rozin: NU Perlu Perkuat Ketahanan Bencana dan Kemandirian Ekonomi Warga Kiai Imad menilai kepemimpinan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin dapat memadukan otoritas keagamaan dengan kemampuan profesional dalam mengelola organisasi. Menurutnya, perpaduan tersebut mengingatkan pada kepemimpinan NU pada masa awal berdiri pada 1926. “Kepemimpinan yang ideal seperti NU di masa awal berdiri. Jadi pertama Kiai Hasyim Asy'ari sebagai Rais Akbar memegang otoritas keagamaan, menjaga ruh Ahlusunah wal Jamaah (Aswaja), kemudian Ketua Tanfidziyahnya Hasan Gipo, beliau latar belakangnya sebagai pengusaha dan profesional. Ini perpaduan yang ideal,” jelasnya. Ia berharap kepemimpinan Kiai Miftach dan Gus Kikin dapat membawa NU semakin maju pada abad kedua. “Saya berharap kepemimpinan Kiai Miftach dan Gus Kikin akan semakin maju di abad kedua ini,” sambungnya. Nahdliyin Harap Pendidikan dan Ekonomi Makin Maju Sementara itu, Nahdliyin asal Cipayung, Fahrul Rohman, berharap kepengurusan PBNU masa khidmah 2026–2031 membawa kemajuan dalam bidang pendidikan dan ekonomi. Menurutnya, kedua bidang tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan warga. Dalam bidang pendidikan, ia berharap PBNU memperluas khidmah melalui pembangunan fasilitas pendidikan yang lebih merata, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). PBNU Siap Himpun Ekonom dan Akademisi untuk Kaji Persoalan Ekonomi Bangsa “Harapannya, PBNU ke depan selalu memberikan yang terbaik untuk negara dan bangsa. Konsentrasinya untuk meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat. Mudah-mudahan itu terealisasi dan semakin kompak tentunya,” katanya. Pantauan NU Online menunjukkan, menjelang pengukuhan pengurus PBNU masa khidmah 2026–2031, kawasan Pondok Pesantren Al-Hamid dipadati Nahdliyin yang ingin menyaksikan langsung acara tersebut. Di pintu masuk, ratusan santri Pesantren Al-Hamid tampak menyambut tamu undangan dengan mengenakan baju koko putih sambil membawa bendera Merah Putih dan bendera Nahdlatul Ulama. Penulis: Haekal Attar PBNU Rilis Twibbon Hari Santri 2026, Unduh Linknya di Sini Rais Aam PBNU Sempatkan Ngaji Al-Hikam Sebelum Berangkat Rapat Koordinasi ke Jakarta Khutbah Jumat: 6 Teladan Nabi Yahya bagi Generasi Muda Khutbah Jumat: Krisis Integritas, Ketika Dosa Dianggap Biasa Khutbah Jumat: Menjaga Makanan Halal, Menjaga Keberkahan Hidup Khutbah Jumat: Absennya Tokoh Agama dari Isu Karhutla Ini Harapan Muslimat dan Fatayat NU Pada Pengurus PBNU Periode 2026–2031 Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:00 WIB Hari Santri 2026, PCNU Gowa Salurkan Bantuan untuk Pesantren dan Mujahadah untuk Palestina Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30 WIB PBNU Akselerasikan Pemberdayaan Umat dan Tata Kelola Aset Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:00 WIB Lantunan Mahallul Qiyam Antarkan Pelantikan PBNU Masa Khidmah 2026-2031 Sabtu, 24 Oktober 2026 | 10:45 WIB Nahdliyin Harap Kepemimpinan PBNU 2026-2031 Perkuat Pendidikan dan Ekonomi Sabtu, 24 Oktober 2026 | 10:30 WIB https://www.nu.or.id/nasional/nahdliyin-harap-kepemimpinan-pbnu-2026-2031-perkuat-pendidikan-dan-ekonomi-SVkA9