Harmoni Fikih: Melampaui Sekat Furu'iyah
Referensi lengkap menelusuri akar metodologi dan persatuan. (File Besar)
Pernahkah Anda bertanya mengapa NU dan Muhammadiyah sering berbeda dalam fikih, padahal pendirinya—KH. Hasyim Asy'ari dan KH. Ahmad Dahlan—sejatinya adalah sahabat karib yang berguru pada ulama yang sama? Buku ini mengajak Anda menyelami "dapur pemikiran" dua raksasa Islam Indonesia ini.
Lebih dari sekadar debat klasik soal Qunut, Tahlilan, atau jumlah rakaat Tarawih, karya ini mengupas tuntas akar metodologi (Manhaj Istinbath) yang menjadi mesin di balik fatwa-fatwa mereka.
Pada akhirnya, buku ini hadir bukan untuk mempertajam konflik, melainkan merajut harmoni. Anda akan menemukan bahwa meski berbeda jalan di ranah Furu' (cabang), NU dan Muhammadiyah bertemu dalam satu visi kebangsaan yang kokoh.