Masyarakat sering berpikir desain bagus itu yang "Keren Gambarnya". Itu tidak salah, tapi ada yang lebih penting: Pesan tersampaikan dengan cepat. Gunakan filosofi ini:
Desain sukses jika audiens langsung paham pesannya tanpa perlu penjelasan tambahan. Sekali lihat, langsung mengerti.
Tulisan harus terbaca jelas (readability & legibility) tanpa perlu mendekatkan mata atau memperbesar layar (zoom).
Pewarnaan yang buruk (kurang kontras) membuat mata menyipit. Hindari warna tulisan yang menyaru dengan background.
Jangan bikin pusing. Kesalahan flow informasi (alur baca) dan font yang berantakan adalah penyebab utama desain yang memusingkan.
Desain yang baik memiliki "Hook". Saat orang scroll medsos, mereka berhenti karena tertarik pada Info atau Estetika desain Anda.
Tujuan akhir: Audiens bergumam "Oh begini..." artinya informasi telah diterima secara utuh.
Berikut adalah 22 Tips & Trik yang dikelompokkan ke dalam 8 Prinsip Utama pembuatan media dakwah digital.
Gunakan kombinasi font yang mudah dibaca.
Pilih font Sans Serif atau Serif yang tegas untuk judul.
Jangan pakai font dekoratif/latin rumit untuk pesan utama atau paragraf panjang.
Sulit dibaca sekilas!
Arahkan mata pembaca dengan membedakan ukuran font:
Gunakan dalil Al-Qur'an (seperti QS Al-Baqarah: 152) sebagai elemen penguat, tapi pastikan hierarki visualnya jelas.
Sesuaikan tata letak tulisan dengan Background atau Ilustrasi.
Jika gambar ada di kanan, letakkan teks di kiri (seimbang).
Jangan menumpuk tulisan tepat di atas objek utama gambar (misal: wajah orang atau objek ilustrasi penting).
Carilah gambar yang memiliki ruang kosong alami (langit, tembok polos, area blur) untuk meletakkan teks.
Jika tidak menemukan negative space, tambahkan Shape (kotak/lingkaran) di belakang tulisan agar teks tetap terbaca jelas di atas background yang ramai.
Ilustrasi memberikan gambaran visual kepada pembaca tentang isi materi.
Jangan gunakan ilustrasi yang bertolak belakang dengan isi. Misal: Judul "Jangan Bebani Anak" tapi gambarnya pesta pora.
Sesuaikan style dengan tema.
Jangan mencampur elemen realistis serius dengan elemen kartun "doodle" yang tidak nyambung. (Lihat contoh "Taubat" vs "Awan Kartun" di slide).
Fliyer adalah kombinasi Huruf, Gambar, dan Ilustrasi.
Semakin sederhana = Semakin mudah informasi diterima.
Jangan sampai pembaca hanya fokus ke ilustrasi yang terlalu heboh tapi melewatkan pesan utamanya. Gunakan ilustrasi secukupnya.
Ikuti kajian dan update dakwah digital kami melalui kanal berikut:
Dukung gerakan dakwah digital untuk kemajuan umat.
"Warisan terbesar seorang ayah adalah dapat membuat keluarganya sebagai teladan."
- KH. Ahmad Dahlan"Rabbi hab lii mil ladunka zurriyyatan..."
- Doa Nabi Zakaria (QS Al Imran: 38)Kajian Daring Seri 5: "Mengawal Anak Meraih Cita-Cita"
Bersama Pujiono, S.Si.MM & Dr. Hj. Umul Baroroh