Penjelasan Nadham Aqidatul Awam ๐ŸŒŸ

Matan (Nadham) 'Aqฤซdatul Awam (ุนู‚ูŠุฏุฉ ุงู„ุนูˆุงู…) karya As-Sayyid Ahmad al-Marzลซqฤซ

Penjelasan Nadham Aqidatul Awam (Jala'ul Afham Syarh 'Aqidatil 'Awam) karya KH. Muhammad Ihyฤ' 'Ulลซmiddฤซn.

๐Ÿ“– Teks Arab   โ–ถ๏ธ Penjelasan

Pendahuluan

๐ŸŒŸ Kata Pengantar Kitab 'Aqฤซdatul Awam

Segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam, yang telah menganugerahkan taufik dan hidayah-Nya kepada umat manusia untuk senantiasa mencari dan mendalami kebenaran. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Sayyiduna Muhammad ๏ทบ, junjungan kita, Nabi terbaik yang telah menuntun umat dari kegelapan menuju cahaya.

Kitab Matan (Nadham) 'Aqฤซdatul Awam (ุนู‚ูŠุฏุฉ ุงู„ุนูˆุงู…) karya As-Sayyid Ahmad al-Marzลซqฤซ merupakan salah satu karya monumental dalam khazanah keilmuan Islam, khususnya dalam disiplin Ilmu Tauhid. Kitab ini disajikan dalam bentuk nadzam (syair) yang indah dan ringkas, menjadikannya sangat populer dan mudah dihafal oleh kaum Muslimin, bahkan oleh masyarakat awam sekalipun (al-'awam), sebagai pondasi dasar dalam memahami 50 (lima puluh) perkara akidah yang wajib diketahui, mulai dari sifat-sifat Allah SWT, sifat-sifat Rasul, hingga perkara ghaib lainnya.

Namun, untuk menggali kedalaman makna dan memahami konteks bait-bait syair tersebut secara utuh, diperlukan sebuah penjelasan (syarah) yang mumpuni. Untuk itu, kami menghadirkan cetakan istimewa ini yang menyertakan Penjelasan Nadham Aqidatul Awam (Jala'ul Afham Syarh 'Aqidatil 'Awam) karya seorang ulama Nusantara, KH. Muhammad Ihyฤ' 'Ulลซmiddฤซn.

Syarah ini hadir sebagai jembatan ilmu yang menghubungkan matan ringkas nan padat dengan pemahaman yang lebih luas dan mendalam. Melalui penjelasan dari KH. Muhammad Ihyฤ' 'Ulลซmiddฤซn, diharapkan pembaca tidak hanya sekadar hafal bait-bait nadzam, tetapi juga mampu meresapi, menginternalisasi, dan mengamalkan nilai-nilai tauhid yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.

Bait 1

ุฃูŽุจู’ุฏูŽุฃู ุจูุงุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู * ูˆูŽุจูุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู’ู…ู ุฏูŽุงุฆูู…ู ุงู„ู’ุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู

2. Terjemahan Lengkap (dan Kosakata):

* ุฃูŽุจู’ุฏูŽุฃู (Aku memulai): Saya memulai.
* ุจูุงุณู’ู…ู (Dengan nama): Dengan menyebut nama.
* ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู (Allah): Nama untuk Dzat yang wajib ada, yang berhak disembah.
* ูˆูŽุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู (Dan Maha Pengasih): Yang memberikan nikmat-nikmat besar (primer), seperti iman, kesehatan, rezeki.
* ูˆูŽุจูุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู’ู…ู (Dan Maha Penyayang): Yang memberi nikmat-nikmat kecil (sekunder), seperti bertambahnya iman, keluasan rezeki.
* ุฏูŽุงุฆูู…ู ุงู„ุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู (Yang senantiasa memberikan kebaikan): Selalu memberikan anugerah dan kenikmatan tanpa henti (kontinu).

Terjemahan Lengkap: Aku memulai dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, yang selalu memberi kenikmatan.

3. Penjelasan/Syarah:

Penyusun (nฤzim) memulai bait syair ini dengan Basmalah (ucapan ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู…ู) untuk meneladani Al-Qur'an dan mengamalkan hadis Nabi Muhammad, "Setiap hal yang mendapat perhatian dalam agama yang tidak dimulai dengan Basmalah akan terputus (kurang kebaikannya)". Hal ini juga meneladani Nabi yang selalu memulai tulisan dan surat-surat beliau dengan Basmalah.


Bait 2

ููŽุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู’ู‚ูŽุฏููŠู…ู ุงู„ู’ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ู * ุงู„ู’ุขุฎูุฑู ุงู„ู’ุจูŽุงู‚ููŠ ุจูู„ูŽุง ุชูŽุญูŽูˆู‘ูู„ู

2. Terjemahan Lengkap (dan Kosakata):

* ููŽุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู (Maka segala puji): Pujian secara lisan yang diutarakan sukarela disertai rasa hormat, baik karena kenikmatan atau tidak (secara bahasa/etimologi). Secara syara', ini mencakup ucapan, rasa cinta dalam hati, dan amal nyata.
* ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู (Milik Allah)
* ุงู„ู’ู‚ูŽุฏููŠู…ู (Yang Maha Dahulu/Qadim): Dzat yang ada dan tidak memiliki permulaan keberadaannya.
* ุงู„ู’ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ู (Yang Maha Awal): Dzat yang ada sebelum segala sesuatu tanpa permulaan.
* ุงู„ู’ุขุฎูุฑู (Yang Maha Akhir): Dzat yang ada setelah binasanya segala sesuatu tanpa ada penghabisan.
* ุงู„ู’ุจูŽุงู‚ููŠ (Yang Maha Kekal/Baqฤซ): Dzat yang kekal tidak akan sirna.
* ุจูู„ูŽุง ุชูŽุญูŽูˆู‘ูู„ู (Tanpa perubahan): Tanpa ada perubahan, yang merupakan penjelasan dari kata Al-Baqi.

Terjemahan Lengkap: Segala puji hanya bagi Allah yang maha dahulu, maha pemula, maha akhir, dan yang kekal tidak akan berubah.

3. Penjelasan/Syarah:

Nฤzim melanjutkan dengan Hamdalah (ucapan ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡) untuk memuji Allah yang bersifat Qadฤซm, Awal, Akhir, dan Kekal. Tujuannya adalah mengamalkan sabda Nabi: "Setiap hal yang mendapat perhatian dalam agama yang tidak dimulai dengan hamdalah akan terputus (dari keberkahan)", dan untuk melaksanakan kewajiban mensyukuri nikmat.

Bait 3

ุซูู…ู‘ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽู„ูŽุงู…ู ุณูŽุฑู’ู…ูŽุฏู‹ุง * ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุฎูŽูŠู’ุฑู ู…ูŽู† ู‚ูŽุฏู’ ูˆูŽุญูŽุฏูŽุง

2. Terjemahan Lengkap (dan Kosakata):

* ุซูู…ู‘ูŽ (Kemudian):
* ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู (Shalawat): Secara bahasa berarti mendoakan kebaikan. Jika dari Allah, berarti pemberian nikmat tambahan disertai penghormatan dan pengagungan. Jika dari hamba, berarti doa. Jika dari malaikat, berarti permohonan ampun (istighfar).
* ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽู„ูŽุงู…ู (Dan Salam): Penghormatan yang pantas untuk Nabi.
* ุณูŽุฑู’ู…ูŽุฏู‹ุง (Selamanya/Kekal):
* ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู (Kepada Nabi): Maksudnya junjungan kita Muhammad.
* ุฎูŽูŠู’ุฑู ู…ูŽู† ู‚ูŽุฏู’ ูˆูŽุฎูŽุฏู‹ุง (Sebaik-baik orang yang bertauhid): Alif pada wahhadฤ untuk ithlฤq (menyesuaikan wazan syair).

Terjemahan Lengkap: Kemudian semoga shalawat serta salam selamanya selalu terlimpahkan kepada Nabi, sebaik-baik orang yang bertauhid.

3. Penjelasan/Syarah:

Nฤzim menambahkan Shalawat dan Salam untuk mengamalkan hadis, "Setiap hal yang mendapat perhatian dalam agama yang tidak dimulai dengan hamdalah dan shalawat kepadaku akan terputus dan dihapus dari segala berkah". Hal ini juga disukai oleh Imam Asy-Syafi'i.

Bait 4

ูˆูŽุงู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู ูˆูŽู…ูŽู† ุชูŽุจูุนู’ * ุณูŽุจููŠู’ู„ูŽ ุฏููŠู’ู†ู ุงู„ู’ุญูŽู‚ู‘ู ุบูŽูŠู’ุฑูŽ ู…ูุจู’ุชูŽุฏูุนู

2. Terjemahan Lengkap (dan Kosakata):

* ูˆูŽุงู„ูู‡ู (Dan kepada keluarganya): Dalam konteks doa, maknanya adalah setiap orang yang beriman dan bertakwa.
* ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู (Dan para sahabatnya): Orang yang berkumpul dengan Rasulullah setelah diutus sebagai Rasul dalam keadaan beriman dan dia wafat dengan membawa iman.
* ูˆูŽุณูŽุจููŠู„ูŽ ุฏููŠู’ู†ู ุงู„ู’ุญูŽู‚ู‘ู (Jalan agama yang benar):
* ุบูŽูŠู’ุฑูŽ ู…ูุจู’ุชูŽุฏูุนู’ (Bukan orang yang membuat bid'ah): Mubtadi' (orang yang berbuat bid'ah) berarti orang yang keluar dari kebenaran (haq). Haq adalah yang sesuai dengan Al-Qur'an, Sunnah, Ijma', dan Qiyฤs.

Terjemahan Lengkap: Dan juga keluarga, sahabat-sahabat beliau, beserta orang-orang yang mengikuti jalan agama yang benar dan tidak melakukan perbuatan bid'ah.

3. Penjelasan/Syarah:

Melanjutkan permohonan shalawat dan salam kepada keluarga dan para pengikut Nabi.


Pasal Pertama: Mengenai Sifat-sifat Allah

Bait 5

ูˆูŽุจูŽุนู’ุฏู ููŽุงุนู’ู„ูŽู…ู’ ุจููˆูุฌููˆุจู ุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุฑูููŽุฉ * ู…ูู†ู’ ูˆูŽุงุฌูุจู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุนูุดู’ุฑููŠู†ูŽ ุตูููŽู‡ู’

2. Terjemahan Lengkap (dan Kosakata):

* ูˆูŽุจูŽุนู’ุฏู (Dan setelah itu): Maksudnya setelah menyebutkan basmalah, hamdalah, shalawat, dan salam.
* ููŽุงุนู’ู„ูŽู…ู’ (Maka ketahuilah):
* ุจููˆูุฌููˆุจู ุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุฑูููŽู‡ู (Akan wajibnya mengenal/ma'rifah): Keyakinan yang sesuai dengan kebenaran dan berlandaskan dalil (bukan hanya taqlid/meniru).
* ู…ูู†ู’ ูˆูŽุงุฌูุจู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู (Dari sifat yang wajib bagi Allah):
* ุนูุดู’ุฑููŠู†ูŽ (Dua puluh sifat):

Terjemahan Lengkap: Dan setelah itu, maka ketahuilah bahwa diwajibkan mengenal (ma'rifah) sifat-sifat yang wajib bagi Allah yang berjumlah 20 sifat.

3. Penjelasan/Syarah:

Setiap orang yang mukallaf (balig dan berakal) wajib mengenal dan meyakini sifat-sifat wajib bagi Allah (yang tidak mungkin ditiadakan oleh akal). Nฤzim memulai dengan 20 sifat wajib bagi Allah, yang dirincikan dalam bait-bait selanjutnya.

Bait 6

ููŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽูˆู’ุฌููˆุฏูŒ ู‚ูŽุฏููŠู…ูŒ ุจูŽุงู‚ููŠ * ู…ูุฎูŽุงู„ูููŒ ู„ูู„ู’ุฎูŽู„ู’ู‚ู ุจูุงู„ู’ุฅูุทู’ู„ูŽุงู‚ู

2. Terjemahan Lengkap (dan Kosakata):

* ููŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽูˆู’ุฌููˆุฏูŒ (Maka Allah itu Maujลซd/Ada): Ada dengan sendirinya, bukan karena sebab apa pun.
* ู‚ูŽุฏููŠู…ูŒ (Qadim/Dahulu): Tidak adanya permulaan bagi wujud-Nya.
* ุจูŽุงู‚ููŠ (Baqi/Kekal): Tidak adanya penghabisan bagi wujud-Nya, akan selalu ada.
* ู…ูุฎูŽุงู„ูููŒ ู„ูู„ู’ุฎูŽู„ู’ู‚ู (Berbeda dari makhluk): Tidak ada satupun makhluk yang menyamai-Nya (Mukhalafatuhu lilhawฤdits).
* ุจูุงู„ู’ุฅูุทู’ู„ูŽุงู‚ู (Secara mutlak): Tanpa terikat dengan aspek apapun, berbeda dengan segala makhluk dalam aspek apapun.

Terjemahan Lengkap: Allah itu maujud (ada), qadฤซm (tidak berpemulaan), bฤqฤซ (kekal), berbeda dengan makhuk apapun secara mutlak.

3. Penjelasan/Syarah:

  • Wujud (Ada): Buktinya adalah adanya segala makhluk. Mustahil makhluk ada jika Allah tidak ada.
  • Qidam (Dahulu): Allah ada sebelum alam semesta, tidak didahului oleh apapun.
  • Baqa' (Kekal): Allah akan selalu ada, tanpa batas akhir.
  • Mukhฤlafatuhu lilhawฤdits (Berbeda dengan makhluk): Tidak ada yang serupa dengan-Nya.

Bait 7

ูˆูŽู‚ูŽุงุฆูู…ูŒ ุบูŽู†ููŠู‘ูŒ ูˆูŽูˆูŽุงุญูุฏูŒ ูˆูŽุญูŽูŠู‘ * ู‚ูŽุงุฏูุฑูŒ ู…ูุฑููŠุฏูŒ ุนูŽุงู„ูู…ูŒ ุจููƒูู„ู‘ู ุดูŽูŠู’

2. Terjemahan Lengkap (dan Kosakata):

* ูˆูŽู‚ูŽุงุฆูู…ูŒ (Dan Berdiri Sendiri/Qiyฤmuhu binafsih): Tidak memerlukan tempat bertempat, tidak memerlukan pencipta, Maha Kaya.
* ุบูŽู†ููŠู‘ูŒ (Maha Kaya): Sama maknanya dengan Qฤ'im.
* ูˆูŽุงุญูุฏูŒ (Dan Tunggal/Wahdaniyyah): Tidak berbilang dalam Dzat, Sifat, dan Af'al (perbuatan).
* ูˆูŽุญูŽูŠู‘ (Dan Maha Hidup/Hayat): Sifat yang membenarkan Allah memiliki sifat-sifat ma'ฤnฤซ lainnya (Qudrah, Iradah, dst.).
* ู‚ูŽุงุฏูุฑูŒ (Qadir/Maha Kuasa): Sifat qudrat (Kuasa) yang dengannya Allah mewujudkan atau meniadakan sesuatu.
* ู…ูุฑููŠุฏูŒ (Murid/Maha Berkehendak): Sifat irฤdah (Berkehendak) yang dengannya Allah mengistimewakan sesuatu yang mungkin terjadi.
* ุนูŽุงู„ูู…ูŒ (Alim/Maha Mengetahui): Sifat 'Ilmu (Mengetahui) yang dengannya Allah mengetahui segala sesuatu.

Terjemahan Lengkap: Berdiri sendiri, ghaniyy (Maha Kaya), wahid (tunggal), hayy (hidup), qadir (Maha Kuasa), murid (Maha Berkehendak), Maha Mengetahui segala sesuatu.

3. Penjelasan/Syarah:

  • Qiyฤmuhu binafsih (Berdiri Sendiri): Tidak butuh tempat dan tidak butuh pencipta.
  • Wahdaniyyah (Esa/Tunggal): Tidak berbilang dalam Dzat, Sifat, dan Af'al (perbuatan).
  • Hayat (Hidup):
  • Qudrat (Kuasa):
  • Irฤdah (Berkehendak): Allah berhak memperlakukan alam semesta sesuai kehendak-Nya.
  • 'Ilm (Mengetahui):

Bait 8

ุณูŽู…ููŠุนูŒ ุงู„ู’ุจูŽุตููŠุฑู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุชูŽูƒูŽู„ู‘ูู…ู * ู„ูŽู‡ู ุตูููŽุงุชูŒ ุณูŽุจู’ุนูŽุฉูŒ ุชูŽู†ู’ุชูŽุธูู…ู

2. Terjemahan Lengkap (dan Kosakata):

* ุณูŽู…ููŠุนูŒ (Sami'/Maha Mendengar):
* ุงู„ู’ุจูŽุตููŠุฑู (BaลŸฤซr/Maha Melihat):
* ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุชูŽูƒูŽู„ู‘ูู…ู (Dan Mutakallim/Maha Berbicara):
* ุตูููŽุงุชูŒ ุณูŽุจู’ุนูŽุฉู‹ ุชูŽู†ู’ุชูŽุธูู…ู (Tujuh sifat yang terangkum): Yaitu sifat Ma'ฤnฤซ.

Terjemahan Lengkap: Sami' (maha mendengar), BaลŸฤซr (maha melihat), Mutakallim (maha berbicara), Dia (Allah) memiliki 7 sifat yang terangkum.

3. Penjelasan/Syarah:

Tiga sifat pertama dalam bait ini (Sami', BaลŸฤซr, Mutakallim) adalah Sifat Ma'nawiyyah (keadaan Dzat yang melekat pada sifat Ma'ฤnฤซ). Tujuh sifat yang terangkum (yang dirinci di bait berikutnya) adalah Sifat Ma'ฤnฤซ.

Bait 9

ููŽู‚ูุฏู’ุฑูŽุฉูŒ ุฅูุฑูŽุงุฏูŽุฉูŒ ุณูŽู…ู’ุนู ุจูŽุตูŽุฑู’ * ุญูŽูŠูŽุงุฉู ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ู ูƒูŽู„ูŽุงู…ู ุงุณู’ุชูŽู…ูŽุฑู’

2. Terjemahan Lengkap (dan Kosakata):

* ู‚ูุฏู’ุฑูŽุฉูŒ (Qudrat/Kuasa):
* ุฅูุฑูŽุงุฏูŽุฉูŒ (Iradah/Berkehendak):
* ุณูŽู…ู’ุนู (Samฤ'/Mendengar): Sifat Qadim, segala sesuatu yang ada akan jelas dan terungkap bagi Allah.
* ุจูŽุตูŽุฑู’ (BaลŸar/Melihat): Sifat Qadฤซm, segala sesuatu yang ada akan jelas dan terungkap bagi Allah.
* ุญูŽูŠูŽุงุฉู (Hayat/Hidup):
* ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ู ('Ilm/Mengetahui):
* ูƒูŽู„ูŽุงู…ู (Kalam/Berbicara): Sifat Qadim yang ada dan melekat pada Dzat Allah, tanpa tersusun dari huruf maupun suara.
* ุงุณู’ุชูŽู…ูŽุฑู’ (Yang terus berlanjut):

Terjemahan Lengkap: Yaitu sifat Qudrat (kuasa), Iradah (berkehendak), Samฤ' (mendengar), BaลŸar (melihat), Hayat (hidup), 'Ilmu (mengetahui), dan Kalฤm (berbicara).

3. Penjelasan/Syarah:

  • Samฤ' (Mendengar) dan BaลŸar (Melihat): Allah Maha Mendengar dan Melihat segala sesuatu dengan sempurna.
  • Kalฤm (Berbicara):

Pembagian 20 Sifat Wajib:

  • Nafsiyyah (1): Wujลซd (Ada).
  • Salbiyyah (5): Qidam, Baqฤ', Mukhฤlafah lilhawฤdits, Qiyฤmuhu Binafsih, Wahdaniyyah.
  • Ma'ฤnฤซ (7): Qudrat, Iradah, 'Ilm, Hayat, Samฤ', BaลŸar, Kalฤm.
  • Ma'nawiyyah (7): Keadaan Dzat yang menjadi konsekuensi sifat Ma'ฤnฤซ, yaitu Qadir, Murid, 'Alim, Hayy, Samฤซ', BaลŸฤซr, Mutakallim.

Bait 10 (Sifat Jฤ'iz bagi Allah)

ูˆูŽุฌูŽุงุฆูุฒูŒ ุจูููŽุถู’ู„ูู‡ู ูˆูŽ ุนูŽุฏู’ู„ูู‡ู * ุชูŽุฑู’ูƒูŒ ู„ููƒูู„ู‘ู ู…ูู…ู’ูƒูู†ู ูƒูŽููุนู’ู„ูู‡ู

2. Terjemahan Lengkap (dan Kosakata):

* ูˆูŽุฌูŽุงุฆูุฒูŒ (Dan Jaiz/Boleh): Sifat yang adanya maupun ketiadaannya sah-sah saja dan bisa diterima oleh akal sehat.
* ุจูููŽุถู’ู„ูู‡ู ูˆูŽ ุนูŽุฏู’ู„ูู‡ู (Dengan karunia dan keadilan-Nya): Fadl (karunia) merujuk pada perbuatan menciptakan atau memberi nikmat. Adl (keadilan) merujuk pada perbuatan tidak menciptakan atau memberi azab.
* ุชูŽุฑู’ูƒูŒ ู„ููƒูู„ู‘ู ู…ูู…ู’ูƒูู† (Meninggalkan segala hal yang mungkin terjadi): Tidak mewujudkan sesuatu yang bisa saja terwujud.
* ูƒูŽููุนู’ู„ูู‡ู (Seperti mengerjakannya/mewujudkannya):

Terjemahan Lengkap: Dan boleh (jฤ'iz) (bagi Allah) dengan karunia (Fadl) dan keadilan-Nya (Adl), meninggalkan segala hal yang mungkin terjadi atau melakukannya.

3. Penjelasan/Syarah:

Sifat Jฤ'iz (wenang/boleh) bagi Allah hanya satu: Melakukan segala hal yang mungkin terjadi (menciptakan) atau meninggalkannya (tidak menciptakan). Seorang mukallaf wajib meyakini bahwa Allah berhak menciptakan atau menentukan apa pun sesuai kehendak-Nya dan tidak memiliki kewajiban apa pun. Allah-lah pemegang kendali mutlak.


Pasal Kedua: Mengenai Para Nabi dan Rasul

Bait 11 (Sifat Wajib bagi Rasul)

ุฃูŽุฑู’ุณูŽู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ุจููŠูŽุง ุฐูŽูˆููŠ ููŽุทูŽุงู†ูŽู‡ู * ุจูุงู„ุตู‘ูุฏู’ู‚ู ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽุจู’ู„ููŠุบู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽู…ูŽุงู†ูŽู‡ู

2. Terjemahan Lengkap (dan Kosakata):

* ุฃูŽุฑู’ุณูŽู„ูŽ (Dia mengutus):
* ุฃูŽู†ู’ุจููŠูŽุง (Para Nabi/Rasul): Jamak dari nabiyy.
* ุฐูŽูˆููŠ ููŽุทูŽุงู†ูŽู‡ู (Yang memiliki Faศ›ฤnah/cerdas): Kecerdasan sempurna dan akal tajam dalam membantah argumen keliru.
* ุจูุงู„ุตู‘ูุฏู’ู‚ู (Dengan ลžidq/jujur): Sesuainya berita yang mereka sampaikan dengan kenyataan.
* ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽุจู’ู„ููŠุบู (Dan Tablฤซgh/menyampaikan): Bertugas mengajari umat manusia syari'at Allah.
* ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽู…ูŽุงู†ูŽู‡ู (Dan Amanah/dipercaya): Terjaga secara lahir dan batin dari hal-hal yang dilarang (haram atau makruh).

Terjemahan Lengkap: Allah mengutus para Rasul yang bersifat Faศ›ฤnah (cerdas), ลžidq (jujur), Tablฤซgh (menyampaikan) dan juga Amanah (dipercaya).

3. Penjelasan/Syarah:

Wajib meyakini Allah memiliki para malaikat dan para nabi/rasul.

4 Sifat Wajib bagi Rasul:

  • Faลฃฤnah (Cerdas): Agar mampu memberikan argumen kuat.
  • ลžidq (Jujur): Agar tidak terjadi kedustaan dalam firman Allah.
  • Tablฤซgh (Menyampaikan): Agar syari'at tersampaikan dan tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah.
  • Amanah (Dipercaya): Terjaga dari hal haram atau makruh.

Bait 12 (Sifat Jฤ'iz bagi Rasul)

ูˆูŽุฌูŽุงุฆูุฒูŒ ูููŠ ุญูŽู‚ู‘ูู‡ูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุนูŽุฑูŽุถู * ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ู†ูŽู‚ู’ุตู ูƒูŽุฎูŽูููŠู’ูู ุงู„ู’ู…ูŽุฑูŽุถู

2. Terjemahan Lengkap (dan Kosakata):

* ูˆูŽุฌูŽุงุฆูุฒูŒ ูููŠ ุญูŽู‚ู‘ูู‡ูู…ู’ (Dan boleh/jฤ'iz dalam hak mereka):
* ู…ูู†ู’ ุนูŽุฑูŽุถู (Dari arad): Segala sesuatu yang menimpa manusia ('arad) seperti sakit, makan, minum, dll.
* ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ู†ูŽู‚ู’ุตู (Tanpa mengurangi): Tidak mengurangi ketinggian martabat mereka.
* ูƒูŽุฎูŽูููŠูู ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุถู (Seperti sakit yang ringan/tidak begitu parah):

Terjemahan Lengkap: Adapun sifat jฤ'iz bagi mereka, yaitu sifat (manusiawi) yang tidak mengurangi (kemuliaan mereka) sedikit pun, seperti sakit yang tidak begitu parah.

3. Penjelasan/Syarah:

Sifat Jฤ'iz bagi Rasul adalah terjadinya sifat-sifat manusiawi (al-a'rฤd al-bashariyyah) yang tidak mengurangi martabat mereka. Contohnya: makan, minum, jual-beli, menikah, mati, hidup, sakit, dll. Mustahil terjadi sifat yang mengurangi martabat, seperti lepra, kusta, tuli, buta, bisu, lumpuh, pincang, juling. Nabi tidur, tapi hanya mata yang terlelap, hati tetap terjaga.

Bait 13 (Kema'shuman dan Keutamaan Rasul)

ุนูุตู’ู…ูŽุชูู‡ูู…ู’ ูƒูŽุณูŽุงุฆูุฑู ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽู‡ู * ูˆูŽุงุฌูุจูŽุฉูŒ ูˆูŽููŽุงุถูŽู„ููˆุง ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุฉู

2. Terjemahan Lengkap (dan Kosakata):

* ุนูุตู’ู…ูŽุชูู‡ูู…ู’ (Ismatuhum/Kema'shuman mereka): Penjagaan Allah dari segala dosa (haram dan makruh).
* ูƒูŽุณูŽุงุฆูุฑู ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุฉู (Seperti seluruh malaikat): Yang juga terjaga dari kemaksiatan.
* ูˆูŽุงุฌูุจูŽุฉูŒ (Hukumnya wajib): Yaitu wajib diyakini oleh mukallaf.
* ูˆูŽููŽุงุถูŽู„ููˆุง ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุฉู (Bahkan mereka lebih mulia daripada Malaikat): Menurut mayoritas ulama Asy'arฤซ.

Terjemahan Lengkap: Mereka (Rasul) terjaga dari dosa seperti halnya para Malaikat, hal itu merupakan sebuah keharusan (wฤjibah). Bahkan mereka jauh lebih mulia daripada Malaikat.

3. Penjelasan/Syarah:

Wajib meyakini 'IลŸmah (Kema'shuman) para Nabi/Rasul, bersih dari maksiat, tidak meninggalkan kewajiban, dan tidak melakukan hal haram/makruh. Mayoritas ulama berpendapat Rasul lebih mulia daripada Malaikat. Nabi Muhammad adalah yang termulia di antara Ulul 'Azm (Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, Muhammad).

Bait 14 (Sifat Mustahil dan Jumlah Wajib)

ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุณู’ุชูŽุญููŠู’ู„ู ุถูุฏู‘ู ูƒูู„ู‘ู ูˆูŽุงุฌูุจู * ููŽุงุญู’ููŽุธู’ ู„ูุฎูŽู…ู’ุณููŠู’ู†ูŽ ุจูุญููƒู’ู…ู ูˆูŽุงุฌูุจู

2. Terjemahan Lengkap (dan Kosakata):

* ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุณู’ุชูŽุญููŠู’ู„ู (Dan yang Mustahil): Sifat yang tidak pernah terbayang adanya oleh akal.
* ุถูุฏู‘ู ูƒูู„ู‘ู ูˆูŽุงุฌูุจู (Adalah lawan dari setiap yang wajib):
* ููŽุงุญู’ููŽุธู’ (Maka hafalkanlah):
* ู„ูุฎูŽู…ู’ุณููŠู’ู†ูŽ (Yang berjumlah 50):
* ุจูุญููƒู’ู…ู ูˆูŽุงุฌูุจ (Dengan hukum yang wajib):

Terjemahan Lengkap: Adapun sifat-sifat yang mustahil adalah kebalikan dari sifat-sifat yang wajib, maka hafalkanlah semua sifat yang berjumlah 50 itu, hukum menghafalkannya adalah wajib.

3. Penjelasan/Syarah:

Sifat mustahil bagi Allah dan Rasul adalah kebalikan dari sifat wajib.

Rincian 50 Sifat Wajib Diketahui Mukallaf:

Subjek Sifat Wajib Sifat Mustahil (Lawan) Sifat Jฤ'iz (Boleh) Total
Allah 20 sifat. 20 sifat. 1 sifat. 41
Rasul 4 sifat (Faลฃฤnah, Sidq, Tablฤซgh, Amanah). 4 sifat (Baladah/Jahl, Kidhb, Kitmฤn, Khiyฤnah). 1 sifat. 10
Total Keseluruhan 50

Bait 15

ุชูŽูู’ุตููŠู„ู ุฎูŽู…ู’ุณูŽุฉู ูˆูŽ ุนูุดู’ุฑููŠู’ู†ูŽ ู„ูŽุฒูู…ู’ * ูƒูู„ู‘ูŽ ู…ููƒูŽู„ู‘ูŽูู ููŽุญูŽู‚ู‘ูู‚ู’ ูˆูŽุงุบู’ุชูŽู†ูู…ู’

2. Terjemahan Lengkap (dan Kosakata):

* ุชูŽูู’ุตููŠู„ู ุฎูŽู…ู’ุณูŽุฉู ูˆูŽ ุนูุดู’ุฑููŠู†ูŽ (Perincian nama 25 Rasul):
* ู„ูŽุฒูู…ู’ (Hukumnya wajib): Yaitu wajib diketahui secara terperinci.
* ูƒูู„ู‘ูŽ ู…ููƒูŽู„ู‘ูŽูู (Setiap mukallaf):
* ููŽุญูŽู‚ู‘ูู‚ู’ (Maka yakinkanlah):
* ูˆูŽุงุบู’ุชูŽู†ูู…ู’ (Dan carilah tahu/raihlah):

Terjemahan Lengkap: Mengetahui keduapuluh lima rasul secara terperinci adalah wajib bagi setiap mukallaf. Maka yakinkanlah dan cari tahu jumlah mereka.

3. Penjelasan/Syarah:

Wajib mengetahui nama 25 Rasul yang disebutkan dalam Al-Qur'an secara terperinci.

Bait 16, 17, 18, 19 (Perincian 25 Rasul)

ู‡ูู…ู’ ุขุฏูŽู…ูŒ ุฅูุฏู’ุฑููŠุณู ู†ููˆุญูŒ ู‡ููˆุฏูŒ ู…ูŽุนู’ * ุตูŽุงู„ูุญูŒ ูˆูŽุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ู ูƒูู„ู‘ู ู…ูุชู‘ูŽุจูŽุนู’
ู„ููˆู’ุทูŒ ูˆูŽุฅูุณู’ู…ูŽุงุนููŠู„ู ุฅูุณู’ุญูŽุงู‚ู ูƒูŽุฐูŽุง * ูŠูŽุนู’ู‚ููˆุจู ูŠููˆุณููู ูˆูŽุฃูŽูŠู‘ููˆุจู ุงุญู’ุชูŽุฐูŽู‰
ุดูุนูŽูŠู’ุจู ู‡ูŽุงุฑููˆู†ู ูˆูŽู…ููˆุณูŽู‰ ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽุณูŽุนู’ * ุฐููˆ ุงู„ู’ูƒููู’ู„ู ุฏูŽุงูˆูุฏู ุณูู„ูŽูŠู’ู…ูŽุงู†ู ุงุชู‘ูŽุจูŽุนู’
ุฅูู„ู’ูŠูŽุงุณู ูŠููˆู†ูุณู ุฒูŽูƒูŽุฑููŠู‘ูŽุง ูŠูŽุญู’ูŠูŽู‰ * ุนููŠู’ุณูŽู‰ ูˆูŽุทูŽู‡ูŽ ุฎูŽุงุชูู…ูŒ ุฏูŽุนู’ ุบูŽูŠู‘ู‹ุง

2. Terjemahan Lengkap (dan Kosakata):

Mereka adalah: Nabi Adam, Nabi Idrฤซs, Nabi Nuh dan Nabi Hลซd, Nabi ลžalih dan juga Nabi Ibrฤhฤซm. Semua adalah panutan. Nabi Lลซt, Nabi Ismฤ'ฤซl, Nabi Ishaq. Begitu juga Nabi Ya'qub, Nabi Yลซsuf dan Nabi Ayyรผb yang selanjutnya. Nabi Syu'aib, Nabi Hฤrลซn, Nabi Mลซsฤ dan Nabi al-Yasa', Nabi Zul-Kifl, Nabi Dawลซd, dan Nabi Sulaiman berikutnya. Nabi Ilyฤs, Nabi Yลซnus, Nabi Zakariyyฤ, dan Nabi Yahya, Nabi 'Isฤ dan ศšฤhฤ (Nabi Muhammad) yang merupakan nabi penutup. Maka janganlah kamu menyimpang dari kebenaran.

3. Penjelasan/Syarah:

Daftar 25 Rasul disebutkan secara lengkap. Jumlah Nabi menurut pendapat masyhur adalah 124.000, yang terpilih jadi Rasul 313.

Bait 20

ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽู„ูŽุงู…ู * ูˆูŽุขู„ูู‡ูู…ู’ ู…ูŽุง ุฏูŽุงู…ูŽุชู ุงู„ู’ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู

2. Terjemahan Lengkap (dan Kosakata):

* ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽู„ูŽุงู…ู (Semoga shalawat dan salam tercurah kepada mereka):
* ูˆูŽุขู„ูู‡ูู…ู’ (Dan keluarga mereka):
* ู…ูŽุง ุฏูŽุงู…ูŽุชู ุงู„ู’ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู (Sepanjang hari):

Terjemahan Lengkap: Semoga limpahan rahmat dan keselamatan selalu tercurahkan kepada mereka, begitu juga kepada keluarga mereka sepanjang hari.

3. Penjelasan/Syarah:

Menutup bagian Rasul dengan permohonan shalawat dan salam untuk mereka dan keluarga mereka.


Pasal Ketiga: Mengenai Para Malaikat

Bait 21

ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽูƒู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุจูู„ุง ุฃูŽุจู ูˆูŽุฃูู…ู’ * ู„ูŽุง ุฃูŽูƒู’ู„ูŽ ู„ูŽุง ุดูุฑู’ุจูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ู†ูŽูˆู’ู…ูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู’

2. Terjemahan Lengkap (dan Kosakata):

* ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽูƒู (Dan Malaikat):
* ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุจูู„ุง ุฃูŽุจู ูˆูŽุฃูŽู…ู’ (Yang tanpa ayah maupun ibu): Diciptakan tanpa perantara ayah dan ibu.
* ู„ูŽุง ุฃูŽูƒู’ู„ูŽ ู„ูŽุง ุดูุฑู’ุจูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ู†ูŽูˆู’ู…ูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู’ (Mereka tidak makan, tidak minum dan tidak tidur):

Terjemahan Lengkap: Dan malaikat yang tercipta tanpa ayah maupun ibu, mereka tidak perlu makan, minum dan juga tidur.

3. Penjelasan/Syarah:

Malaikat diciptakan tanpa ayah dan ibu, tidak makan, minum, tidur, dan tidak bergender laki-laki atau perempuan. Mereka memiliki jasad dari cahaya, halus, dan mampu menjelma. Mereka selalu taat sempurna kepada Allah.

Bait 22 & 23 (Perincian 10 Malaikat)

ุชูŽูู’ุตููŠู„ู ุนูŽุดู’ุฑู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู ุฌูุจู’ุฑููŠู„ู * ู…ููŠู’ูƒูŽุงู„ู ุฅูุณู’ุฑูŽุงูููŠู’ู„ู ุนูุฒู’ุฑูŽุงุฆููŠู„ู
ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑูŒ ู†ูŽูƒููŠู’ุฑูŒ ูˆูŽุฑูŽู‚ููŠุจูŒ ูˆูŽูƒูŽุฐูŽุง * ุนูŽุชููŠุฏูŒ ู…ูŽุงู„ููƒูŒ ูˆูŽุฑูุถู’ูˆูŽุงู†ู ุงุญู’ุชูŽุฐูŽู‰

2. Terjemahan Lengkap (dan Kosakata):

Perincian sepuluh malaikat yang wajib diyakini: Malaikat Jibril, Mฤซkฤl, Israfฤซl, 'Izrฤ'ฤซl. Malaikat Munkar, Nakฤซr, Raqib, dan 'Atid. Malaikat Malik dan Malaikat Ridwan yang selanjutnya.

3. Penjelasan/Syarah:

  • Jibril: Malaikat wahyu.
  • Mฤซkฤl: Mengatur hujan, lautan, sungai, dan rezeki.
  • Israfฤซl: Meniup sangkakala.
  • 'Izrฤ'ฤซl: Mencabut ruh.
  • Munkar & Nakฤซr: Menanyai hamba di kubur.
  • Raqib & 'Atฤซd: Mencatat amal perbuatan.
  • Mฤlik: Menjaga neraka.
  • Ridwan: Menjaga surga.

Pasal Keempat: Mengenai Kitab-kitab Samawi

Bait 24 & 25 (4 Kitab Tertulis)

ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽุฉูŒ ู…ูู†ู’ ูƒูุชูุจู ุชูŽูู’ุตููŠู„ูู‡ูŽุง * ุชูŽูˆู’ุงุฑูŽุฉู ู…ููˆุณูŽู‰ ุจูุงู„ู’ู‡ูุฏูŽู‰ ุชูŽู†ู’ุฒููŠู„ูู‡ูŽุง
ุฒูŽุจููˆู’ุฑู ุฏูŽุงูˆูุฏูŽ ูˆูŽุฅูู†ู’ุฌููŠู’ู„ู ุนูŽู„ูŽู‰ * ุนููŠุณูŽู‰ ูˆูŽููุฑู’ู‚ูŽุงู†ูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฎูŽูŠู’ุฑู ุงู„ู’ู…ูŽู„ุงูŽ

2. Terjemahan Lengkap (dan Kosakata):

Terdapat empat kitab samawi yang perinciannya: Kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Mลซsฤ. Kitab Zabลซr yang diturunkan kepada Nabi Dฤwลซd. Kitab Injil yang diturunkan kepada Nabi 'ฤชsฤ. Dan Al-Furqan (Al-Qur'an) yang diturunkan kepada sebaik-baik nabi dan rasul.

3. Penjelasan/Syarah:

  • Taurฤt: Untuk Nabi Mลซsฤ. Telah diubah dan diselewengkan.
  • Zabลซr: Untuk Nabi Dฤwลซd.
  • Injil: Untuk Nabi 'ฤชsฤ. Telah disisipkan perubahan.
  • Al-Qur'an Al-Karฤซm (Al-Furqan): Untuk Nabi Muhammad. Allah memeliharanya tanpa penyelewengan.

Bait 26 (Lembaran-lembaran Samawi)

ูˆูŽุตูุญููู ุงู„ู’ุฎูŽู„ููŠู’ู„ู ูˆูŽุงู„ู’ูƒูŽู„ููŠู…ู * ูููŠู‡ูŽุง ูƒูŽู„ูŽุงู…ู ุงู„ู’ุญูŽูƒูŽู…ู ุงู„ู’ุนูŽู„ููŠู…ู

2. Terjemahan Lengkap (dan Kosakata):

* ูˆูŽุตูุญููู (Dan ลžuhuf/Lembaran-lembaran): Jamak dari ลŸahฤซfah.
* ุงู„ู’ุฎูŽู„ููŠู’ู„ู (Al-Khalil/Kekasih Allah): Yaitu Nabi Ibrฤhฤซm.
* ูˆูŽุงู„ู’ูƒูŽู„ููŠู…ู (Al-Kalฤซm/Yang diajak bicara): Yaitu Nabi Mลซsฤ.
* ูƒูŽู„ูŽุงู…ู ุงู„ู’ุญูŽูƒูŽู…ู ุงู„ู’ุนูŽู„ููŠู…ู (Di dalamnya merupakan Kalฤm/firman Dzat Yang Maha Menghukumi dan Maha Mengetahui):

Terjemahan Lengkap: Dan ลžuhuf (lembaran-lembaran) Nabi Ibrฤhฤซm Al-Khalil dan Nabi Mลซsฤ Al-Kalฤซm, di dalamnya merupakan Kalฤm (firman) Dzat Yang Maha Menghukumi dan Maha Mengetahui.

3. Penjelasan/Syarah:

Wajib meyakini Allah juga menurunkan beberapa lembaran (ลžuhuf) kepada Nabi Ibrahim dan Nabi Mลซsฤ sebelum Taurฤt.


Pasal Kelima: Mengenai Ketaatan Kepada Rasulullah

Bait 27

ูˆูŽูƒูู„ู‘ู ู…ูŽุง ุฃูŽุชูŽู‰ ุจูู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽุณููˆู’ู„ู * ููŽุญูŽู‚ู‘ูู‡ู ุงู„ุชู‘ูŽุณู’ู„ููŠู…ู ูˆูŽุงู„ู’ู‚ูŽุจููˆู’ู„ู

2. Terjemahan Lengkap (dan Kosakata):

* ูˆูŽูƒูู„ู‘ู ู…ูŽุง ุฃูŽุชูŽู‰ ุจูู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽุณู’ูˆูู„ู (Dan apapun yang disampaikan oleh Rasul):
* ุงู„ุชู‘ูŽุณู’ู„ููŠู…ู (Taslim/Pasrah): Mengakui kebenaran sesuatu dan penyerahan diri yang absolut/tanpa batas.
* ูˆูŽุงู„ู’ู‚ูŽุจููˆู„ู (Dan menerima):

Terjemahan Lengkap: Dan apa pun yang disampaikan oleh Rasul, maka sepantasnya kita pasrah (Taslim) dan menerima (Qabul).

3. Penjelasan/Syarah:

Wajib bagi mukallaf untuk melaksanakan dan mengaplikasikan ajaran apa pun yang dibawa oleh Rasulullah, karena beliau adalah sumber kedua segala hukum setelah Al-Qur'an.


Pasal Keenam: Mengenai Hari Akhir

Bait 28

ุฅููŠู’ู…ูŽุงู†ูู†ูŽุง ุจููŠูŽูˆู’ู…ู ุขุฎูุฑู ูˆูŽุฌูŽุจู’ * ูˆูŽูƒูู„ู‘ู ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุจูู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุฌูŽุจู’

2. Terjemahan Lengkap (dan Kosakata):

* ุฅููŠู’ู…ูŽุงู†ูู†ูŽุง (Keimanan kita):
* ุจููŠูŽูˆู’ู…ู ุขุฎูุฑู (Kepada hari akhir):
* ูˆูŽุฌูŽุจู’ (Hukumnya wajib):
* ูˆูŽูƒูู„ู‘ู ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุจูู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุฌูŽุจู (Dan segala kejadian luar biasa yang ada pada hari itu):

Terjemahan Lengkap: Hukumnya kita beriman dengan hari akhir adalah wajib dengan segala kejadian luar biasa (al-'ajab) yang ada pada hari itu.

3. Penjelasan/Syarah:

Setiap mukallaf wajib percaya dan beriman kepada hari akhir, serta wajib mempercayai segala kejadian yang berkaitan dengan hari tersebut.

Kejadian Hari Akhir yang Wajib Diyakini:

  • Barzakh: Fase antara kematian dan kebangkitan.
  • Pertanyaan dan Azab/Nikmat Kubur.
  • Kebangkitan dari Kubur.
  • Mahsyar (Pengumpulan).
  • Syafa'at (Pertolongan).
  • Hisab (Perhitungan) dan Pembalasan.
  • Mฤซzฤn (Timbangan).
  • ลžirฤt (Jembatan).
  • Telaga Kausar milik Nabi Muhammad.
  • Surga dan Neraka.
  • Ru'yatullah (Melihat Allah) di surga.

Pasal Ketujuh: Mengenai Nabi Kita Muhammad ๏ทบ

Bait 29 (Pengantar Penutup)

ุฎูŽุงุชูู…ูŽุฉูŒ ูููŠ ุฐููƒู’ุฑู ุจูŽุงู‚ููŠ ุงู„ู’ูˆูŽุงุฌูุจู * ู…ูู…ู‘ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ููƒูŽู„ู‘ูŽูู ู…ูู† ูˆูŽุงุฌูุจู

2. Terjemahan Lengkap (dan Kosakata):

Inilah penutup (Khฤtimah) yang menjelaskan apa saja yang tersisa dari hal-hal yang wajib diyakini oleh seorang mukallaf.

3. Penjelasan/Syarah:

Bait ini menjadi pengantar untuk merincikan hal-hal wajib lain, yang berfokus pada Nabi Muhammad.

Bait 30 (Pengutusan dan Keutamaan)

ู†ูŽุจููŠู‘ูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏูŒ ู‚ูŽุฏู’ ุฃูุฑู’ุณูู„ุงู‹ * ู„ูู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ ุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู‹ ูˆูŽููุถู’ู„ุงู‹

Nabi kita Muhammad itu telah diutus sebagai rahmat kepada alam semesta dan beliau telah mendapatkan keutamaan.

Bait 31 (Nasab Ayah)

ุฃูŽุจููˆู‡ู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู’ู…ูุทู‘ูŽู„ูุจู’ * ูˆูŽู‡ูŽุงุดูู…ูŒ ุนูŽุจู’ุฏู ู…ูŽู†ูŽุงูู ูŠูŽู†ู’ุชูŽุณูุจู’

Ayah beliau adalah 'Abdullah bin 'Abdul Muttalib, yang nasabnya terhubung kepada Hasyim bin 'Abdu Manฤf.

Bait 32 (Nasab Ibu dan Ibu Susuan)

ูˆูŽุฃูู…ู‘ูู‡ู ุฃูŽู…ูู†ูŽุฉู ุงู„ุฒู‘ูู‡ู’ุฑููŠู‘ูŽู‡ู * ุฃูŽุฑู’ุถูŽุนูŽุชู’ู‡ู ุญูŽู„ููŠู’ู…ูŽุฉู ุงู„ุณู‘ูŽุนู’ุฏููŠู‘ูŽุฉ

Ibunya ialah Aminah Az-Zuhriyyah, yang menyusui beliau adalah Halimah As-Sa'diyyah.

Bait 33 (Kelahiran dan Kewafatan)

ู…ูŽูˆู’ู„ูุฏูู‡ู ุจูู…ูŽูƒูŽุฉูŽ ุงู„ู’ุฃูŽู…ููŠู’ู†ูŽู‡ู * ูˆูŽููŽุงุชูู‡ู ุจูุทูŽูŠู’ุจูŽุฉูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุฏููŠู†ูŽู‡ู

Lahirnya di Makkah (12 Rabฤซ'ul Awwal, tahun Gajah). Wafat di kota Taibat (Madฤซnah Munawwarah).

Bait 34 (Umur)

ุฃูŽุชูŽู…ู‘ูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุงู„ู’ูˆูŽุญู’ูŠู ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนููŠู’ู†ูŽุง * ูˆูŽุนูู…ู’ุฑูู‡ู ู‚ูŽุฏู’ ุฌูŽุงูˆูŽุฒูŽ ุงู„ุณู‘ูุชู‘ููŠู’ู†ูŽุง

Umur beliau sebelum menerima wahyu telah genap 40 tahun. Sedangkan umur beliau (ketika wafat) telah melebihi 60 tahun (63 tahun qamariyyah).

Bait 35 & 36 (Putra dari Khadijah)

ูˆูŽุณูŽุจู’ุนูŽุฉูŒ ุฃูŽูˆู’ู„ูŽุงุฏูู‡ู ููŽู…ูู†ู’ู‡ูู…ู * ุซูŽู„ูŽุงุซูŽุฉูŒ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฐู‘ููƒููˆุฑู ุชููู’ู‡ูŽู…ู
ู‚ูŽุงุณูู…ูŒ ูˆูŽุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุงู„ุทู‘ูŽูŠู‘ูุจู * ูˆูŽุทูŽุงู‡ูุฑูŒ ุจูุฐูŽูŠู’ู†ู ุฐูŽุง ูŠูู„ูŽู‚ู‘ูŽุจู

Anak-anak beliau berjumlah 7 orang. Tiga orang di antaranya adalah laki-laki. Mereka adalah Qasim dan 'Abdullah. Beliau ('Abdullah) digelari dengan At-Tayyib (baik) dan At-Tahir (suci).

Qasim dan 'Abdullah adalah putra dari Sayyidah Khadฤซjah dan wafat saat masih kecil.

Bait 37 & 38 (Putra Ibrahim dan Jumlah Anak)

ุฃูŽุชูŽุงู‡ู ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ู ู…ูู†ู’ ุณูุฑู‘ููŠู‘ูŽู‡ู * ููŽุฃูู…ู‘ูู‡ู ู…ูŽุงุฑููŠูŽุฉู ุงู„ู’ู‚ูุจู’ุทููŠู‘ูŽุฉ
ูˆูŽุบูŽูŠู’ุฑู ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ูŽ ู…ูู†ู’ ุฎูŽุฏููŠุฌูŽุฉู * ู‡ูู…ู’ ุณูุชู‘ูŽุฉูŒ ููŽุฎูุฐู’ ุจูู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ููŠู’ุฌูŽุฉู

Putra beliau Ibrฤhฤซm dihasilkan dari seorang budak perempuan (surriyyah). Ibundanya bernama Mฤriyah Al-Qibศ›iyyah. Anak-anak beliau selain Ibrฤhฤซm berasal dari Khadฤซjah. Mereka berjumlah 6 orang, maka ketahuilah mereka dengan penuh rasa cinta.

Ibrฤhฤซm lahir dari Mฤriyah Al-Qibศ›iyyah. Anak dari Sayyidah Khadijah: 2 putra dan 4 putri (total 7 anak Nabi).

Bait 39 & 40 (Putri Pertama dan Keluarga Fatimah)

ูˆูŽุฃูŽุฑู’ุจูŽุนู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฅูู†ูŽุงุซู ุชูุฐู’ูƒูŽุฑู * ุฑูุถู’ูˆูŽุงู†ู ุฑูŽุจู‘ููŠ ู„ูู„ู’ุฌูŽู…ููŠุนู ูŠูุฐู’ูƒูŽุฑู
ููŽุงุทูู…ูŽุฉู ุงู„ุฒู‘ูŽู‡ู’ุฑูŽุงุกู ุจูŽุนู’ู„ูู‡ูŽุง ุนูŽู„ููŠู’ * ูˆูŽุงุจู’ู†ูŽุงู‡ูู…ูŽุง ุงู„ุณู‘ูุจู’ุทูŽุงู†ู ููŽุถู’ู„ูู‡ูู…ู’ ุฌูŽู„ููŠ

Dan 4 orang putri akan disebutkan. Semoga keridhaan Tuhanku selalu tercurahkan untuk mereka semua. Fฤศ›imah Az-Zahrฤ' adalah putri beliau yang memiliki suami bernama 'Alฤซ. Kedua anak dari keduanya adalah dua cucu (as-Sibแนญฤn) Rasulullah (Hasan dan Husain). Keistimewaan mereka semua sangatlah jelas.

Fฤศ›imah dinikahi oleh 'Alฤซ bin Abฤซ ศšฤlib. Keturunan Fatimah (Ahlul Bait) diperintahkan untuk dicintai.

Bait 41 & 42 (Putri Lain dan Istri yang Ditinggalkan)

ููŽุฒูŽูŠู’ู†ูŽุจูŒ ูˆูŽุจูŽุนู’ุฏูŽู‡ูŽุง ุฑูู‚ูŽูŠู‘ูŽู‡ู * ูˆูŽุฃูู…ู‘ู ูƒูู„ู’ุซููˆู…ู ุฒูŽูƒูŽุชู’ ุฑูŽุถููŠู‘ูŽู‡ู’
ุนูŽู†ู’ ุชูŽุณู’ุนู ู†ูุณู’ูˆูŽุฉู ูˆูŽููŽุงุฉู ุงู„ู’ู…ูุตู’ุทูŽููŽู‰ * ุฎููŠู‘ูุฑู’ู†ูŽ ููŽุงุฎู’ุชูŽุฑู’ู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูู‚ู’ุชูŽููŽู‰

Kemudian Zainab lalu disusul dengan Ruqayyah, dan Ummu Kรผltsลซm yang suci dan diridhai. Nabi yang terpilih wafat meninggalkan 9 orang istri. Mereka diberi pilihan namun mereka lebih memilih Nabi sang panutan.

Tiga putri lain dari Khadijah adalah Zainab, Ruqayyah, dan Ummu Kรผltsลซm. Nabi wafat meninggalkan 9 istri (Ummul Mu'minin).

Bait 43 & 44 (Nama-nama Istri/Ummul Mu'minin)

ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŒ ูˆูŽุญูŽูู’ุตูŽุฉูŒ ูˆูŽุณูŽูˆู’ุฏูŽู‡ู * ุตูŽูููŠู‘ูŽุฉูŒ ู…ูŽูŠู’ู…ููˆู’ู†ูŽุฉูŒ ูˆูŽุฑูŽู…ู’ู„ูŽู‡ู
ู‡ูู†ู’ุฏูŒ ูˆูŽุฒูŽูŠู’ู†ูŽุจูŒ ูƒูŽุฐูŽุง ุฌููˆูŽูŠู’ุฑููŠู‘ูŽุฉ * ู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ุฃูู…ู‘ูŽู‡ูŽุงุชูŒ ู…ูŽุฑู’ุถููŠู‘ูŽู‡ู’

Mereka yaitu: Sayyidah 'A'isyah, HafลŸah, Sawdah, ลžafiyyah, Maimลซnah, Ramlah. Hindun (Ummu Salamah), Zaynab, dan Juwayriyyah. Merekalah ibu-ibu bagi orang-orang beriman (Ummul Mu'minin) yang selalu diridhai Allah.

Total istri yang ditinggalkan wafat adalah 9 orang. Menikah lebih dari 4 istri adalah keistimewaan (khuลŸลซลŸiyyah) beliau.

Bait 45 (Paman dan Bibi)

ุญูŽู…ู’ุฒูŽุฉู ุนูŽู…ู‘ูู‡ู ูˆูŽุนูŽุจู‘ูŽุงุณูŒ ูƒูŽุฐูŽุง * ุนูŽู…ู‘ูŽุชูู‡ู ุตูŽูููŠู‘ูŽุฉูŒ ุฐูŽุงุชู ุงุญู’ุชูุฐูŽุง

Hamzah adalah paman beliau, begitu juga 'Abbฤs. Bibi beliau bernama ลžafiyyah wanita yang memiliki penebusan (seorang muslimah).

Paman yang masuk Islam: Hamzah (bergelar "Singa Allah") dan 'Abbฤs. Bibi yang masuk Islam: ลžafiyyah (Ibu Zubayr bin 'Awwฤm).

Bait 46 & 47 (Isra' dan Mi'raj)

ูˆูŽู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ู‡ูุฌู’ุฑูŽุฉู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุงู„ุฅูุณู’ุฑูŽุง * ู…ูู†ู’ ู…ูŽูƒูŽุฉูŽ ู„ูŽูŠู’ู„ุงู‹ ู„ูู‚ูุฏู’ุณู ูŠูุฏู’ุฑูŽู‰
ูˆูŽุจูŽุนู’ุฏูŽ ุฅูุณู’ุฑูŽุงุกู ุนูุฑููˆุฌูŒ ู„ูู„ุณู‘ูŽู…ูŽุง * ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุฑูŽุฃูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุฑูŽุจู‘ู‹ุง ูƒูŽู„ู‘ูŽู…ูŽุง

Sebelum hijrah, terjadi Isra' (Makkah ke Baitul Maqdis) dan dilanjutkan Mi'raj (naik ke langit), hingga Nabi melihat langsung kepada Tuhan Yang Maha Berbicara. Wajib meyakini Isra' dan Mi'raj.

Bait 48 & 49 (Kewajiban Shalat dan Penyampaian)

ู…ูู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑู ูƒูŽูŠู’ูู ูˆูŽุงู†ู’ุญูุตูŽุงุฑู ูˆูŽุงูู’ุชูŽุฑูŽุถู’ * ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฎูŽู…ู’ุณูŽุงู‹ ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุฎูŽู…ู’ุณููŠู’ู†ูŽ ููŽุฑูŽุถู’
ูˆูŽุจูŽู„ูŽุบูŽ ุงู„ู’ุฃูู…ู‘ูŽุฉูŽ ุจูุงู„ู’ุฅูุณู’ุฑูŽุงุกู * ูˆูŽููŽุฑู’ุถู ุฎูŽู…ู’ุณูŽุฉู ุจูู„ูŽุง ุงู…ู’ุชูุฑูŽุงุกู

(Penglihatan kepada Allah) tanpa bentuk dan batasan. Lalu Allah mewajibkan kepada beliau shalat 5 waktu setelah diberi keringanan dari 50 waktu. Nabi telah menyampaikan kepada umatnya mengenai peristiwa Isra' dan juga mengenai diwajibkannya shalat 5 waktu tanpa ada keraguan sedikit pun.

Kewajiban Shalat 5 waktu adalah hasil keringanan dari 50 waktu, atas saran Nabi Mลซsฤ.

Bait 50 (Abu Bakar Ash-Shiddiq)

ู‚ูŽุฏู’ ููŽุงุฒูŽ ุตูุฏู‘ููŠู’ู‚ูŒ ุจูุชูŽุตู’ุฏููŠู‚ู ู„ูŽู‡ู * ูˆูŽุจูุงู„ู’ุนูุฑููˆู’ุฌู ุงู„ุตู‘ูุฏู’ู‚ู ูˆูŽุงููŽู‰ ุฃูŽู‡ู’ู„ูŽู‡ู

Sayyidunฤ Abลซ Bakar AลŸ-ลžiddฤซq sangatlah beruntung karena telah mempercayai Nabi, begitu juga (beliau mempercayai) dengan peristiwa Mi'raj. AลŸ-ลžiddฤซq adalah gelar Abลซ Bakar karena beliau adalah orang pertama yang percaya pada Isra' dan Mi'raj.


Penutup dan Kolofon

Bait 51 (Tujuan Kitab)

ูˆูŽู‡ูุฐูู‡ู ุนูŽู‚ููŠุฏูŽุฉูŒ ู…ูุฎู’ุชูŽุตูŽุฑูŽู‡ู * ูˆูŽู„ูู„ู’ุนูŽูˆูŽุงู…ู ุณูŽู‡ู’ู„ูŽุฉูŒ ู…ููŠูŽุณู‘ูŽุฑูŽู‡ู

Ini adalah sebuah akidah yang ringkas dan mudah dipahami oleh orang-orang awam.

Bait 52 & 53 (Penyusun dan Penutup Doa)

ู†ูŽุงุธูู…ู ุชูู„ู’ูƒูŽ ุฃูŽุญู’ู…ูŽุฏู ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฒููˆู‚ููŠู’ * ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽู†ู’ุชูŽู…ููŠ ู„ูู„ุตู‘ูŽุงุฏูู‚ู ุงู„ู’ู…ูŽุตู’ุฏููˆู‚ู
ูˆูŽุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‡ู ูˆูŽุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽุง * ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุฎูŽูŠู’ุฑู ู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุฏู’ ุนูŽู„ู‘ูŽู…ูŽุง

Penyusun nadham ini adalah Ahmad Al-Marzลซqฤซ. Beliau adalah orang yang memiliki nasab yang bersambung kepada Nabi yang benar dan dipercayai. Beliau menutup dengan Hamdalah dan Shalawat kepada Nabi, sebaik-baik sosok pengajar.

Bait 54 & 55 (Doa Penutup dan Permohonan)

ูˆูŽุงู„ู’ุขู„ู ูˆูŽุงู„ุตู‘ูŽุญู’ุจู ูˆูŽูƒูู„ู‘ู ู…ูุฑู’ุดูุฏู * ูˆูŽูƒูู„ู‘ู ู…ูŽู†ู’ ุจูุฎูŽูŠู’ุฑู ู‡ูŽุฏู’ูŠู ูŠูŽู‚ู’ุชูŽุฏููŠ
ูˆูŽุฃูŽุณู’ุฃูŽู„ู ุงู„ู’ูƒูŽุฑููŠู…ูŽ ุฅูุฎู’ู„ุงูŽุตูŽ ุงู„ู’ุนูŽู…ูŽู„ู’ * ูˆูŽู†ูŽูู’ุนูŽ ูƒูู„ู‘ู ู…ูŽู†ู’ ุจูู‡ูŽุง ู‚ูŽุฏู ุงุดู’ุชูŽุบูŽู„ู’

Begitu juga (memohon Shalawat dan Salam) kepada keluarga, sahabat dan setiap pemberi petunjuk. Dan juga kepada setiap orang yang mengikuti sebaik-baik jalan. Aku pun memohon kepada Tuhan Yang Maha Pemurah keikhlasan dalam beramal dan juga kemanfaatan bagi setiap orang yang mempelajari bait syair ini.

Doa penutup dari nฤzim agar karyanya ikhlas karena Allah dan bermanfaat bagi semua yang mempelajarinya.

Bait 56 (Jumlah Bait dan Tahun Penulisan)

ุฃูŽุจู’ูŠูŽุงุชูู‡ูŽุง ู…ููŠู’ุฒู ุจูุนูŽุฏูŒ ุงู„ู’ุฌูู…ู‘ูŽู„ู * ุชูŽุงุฑููŠุฎูู‡ูŽุง ู„ููŠู’ ุญูŽูŠู‘ูŒ ุบูุฑู‘ู ุฌูู…ูŽู„ู

Jumlah Bait: 57 bait (dihitung dari kata Mayz dengan metode Jummal).

Tahun Penulisan: 1258 Hijriyah (dihitung dari kata Lฤซ Hayyun Ghurri Jumal).

Bait 57 (Nama Kitab)

ุณูŽู…ู‘ูŽูŠู’ุชูู‡ูŽุง ุนูŽู‚ููŠู’ุฏูŽุฉูŽ ุงู„ู’ุนูŽูˆูŽุงู…ู * ู…ูู†ู’ ูˆูŽุงุฌูุจู ูููŠ ุงู„ุฏู‘ููŠู’ู†ู ุจูุงู„ุชู‘ูŽู…ูŽุงู…ู

Aku beri nama bait-bait syair ini dengan 'Aqฤซdatul 'Awฤm, menjelaskan akidah-akidah yang wajib diyakini dalam agama dengan sempurna.